Rabu, 15 Mei 2019 16:48 WITA

Trauma MK, BPN: Tahun 2014 Bawa 19 Truk Bukti, Tidak Diperiksa 

Editor: Abu Asyraf
Trauma MK, BPN: Tahun 2014 Bawa 19 Truk Bukti, Tidak Diperiksa 
Fadli Zon

RAKYATKU.COM - Setelah Prabowo Subianto menyatakan menolak rekap KPU, BPN menyatakan tidak akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) bila dinyatakan kalah. Mereka trauma gugatan serupa tahun 2014.

"Jalur MK itu adalah jalur yang dianggap oleh teman-teman itu dianggap jalur yang sia-sia," anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, Rabu (15/5/2019) seperti dikutip dari Detikcom.

Dia mengatakan, lima tahun lalu, saat menggugat ke MK, bukti yang diajukan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dicueki. Tidak diperiksa.

"Pengalaman mengajukan ke MK pada 2014 dengan sejumlah bukti kecurangan yang begitu besar berkontainer-kontainer waktu itu saksinya memang kita bagi tugas ada dari PKS. Tapi tidak ada satu boks pun yang dibuka MK," ujar wakil ketua DPR RI itu.

Hal senada disampaikan juru kampanye BPN Prabowo-Sandi, Muhammad Syafii. Menurutnya, MK membuat mereka hilang kepercayaan.

loading...

Politikus Gerindra tersebut bercerita saat itu timses membawa 19 truk formulir C1. Namun, MK tetap menyatakan kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Dengan sangat mudah MK pada waktu itu mengatakan seandainya ini diperiksa satu per satu, toh perubahan angka kemenangan itu tidak akan berubah. Paling hanya menambah 1-2 persen saja suara Pak Prabowo waktu itu, sehingga dengan itu MK kemudian mengetuk palu untuk kemenangan 01 (Jokowi) tanpa memeriksa data yang kami bawa sampai 19 truk itu," ujar Syafii.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyatakan menolak hasil penghitungan Pemilu 2019 yang curang. Namun dia mengatakan masih menaruh harapan kepada KPU.

"Kami masih menaruh harapan kepadamu (KPU). Tapi sikap saya, yang jelas saya akan menolak hasil penghitungan pemilu. Hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran," kata Prabowo.

Loading...
Loading...