Rabu, 15 Mei 2019 14:46 WITA

Trump Sebut Ramadan Sebagai Momen Toleransi dan Kedamaian

Editor: Suriawati
Trump Sebut Ramadan Sebagai Momen Toleransi dan Kedamaian
Presiden AS Donald Trump gelar acara berbuka puasa di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington, Senin, 13 Mei 2019. (Foto AP / Manuel Balce Ceneta)

RAKYATKU.COM - Presiden AS Donald Trump menyebut bulan Ramadan sebagai momen untuk meraih harapan, toleransi dan perdamaian.

Hal itu disampaikan ketika dia menggelar buka puasa bersama untuk para duta besar dan anggota diplomatik yang mewakili negara-negara mayoritas Muslim, pada Senin malam di Gedung Putih.

Acara buka puasa telah diadakan secara rutin di Gedung Putih sejak pemerintahan Bill Clinton, sebagai bentuk penjangkauan ke dunia Muslim.

Dalam pidatonya, Trump mengatakan bahwa sekarang ini merupakan periode yang sulit bagi orang-orang dari semua agama.

Dia mengambil contoh serangan terhadap Muslim di Selandia Baru, serangan Kristen di Sri Lanka serta Yahudi di California dan Pittsburgh.

Loading...

"Kami memutuskan untuk mengalahkan kejahatan terorisme dan penganiayaan agama sehingga semua orang dapat beribadah tanpa rasa takut, berdoa tanpa bahaya dan hidup dengan iman yang mengalir dari hati mereka," katanya.

"Kami berterima kasih kepada Tuhan bahwa Amerika adalah tempat yang didirikan di atas kepercayaan bahwa warga negara dari semua agama dapat hidup bersama dengan aman dan hidup bersama dalam kebebasan."

Dia kemudian mengakhiri pidatonya dengan mengatakan, "Saya mendoakan Ramadhan Kareem untuk semua orang di seluruh dunia."

Loading...
Loading...