Rabu, 15 Mei 2019 10:38 WITA

Hubungan Gerindra-Demokrat Rusak, Jansen Minta Poyuono Lindungi Kepala

Editor: Abu Asyraf
Hubungan Gerindra-Demokrat Rusak, Jansen Minta Poyuono Lindungi Kepala
Arief Poyuono

RAKYATKU.COM - Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon angkat bicara terhadap pengakuan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. Terutama klaim bahwa dia yang gagalkan AHY jadi cawapres Prabowo.

"Wow, jujur saya surprise juga mendengar ucapan Poyuono ini. Berarti Poyu bisa nyetir Prabowo. Dan Prabowo bisa disetir oleh orang seperti Poyuono untuk urusan memilih cawapres. Sekaligus mengkonfirmasi ternyata di Gerindra posisi waketum lebih tinggi dari ketua umum," ujar Jansen.

Jansen yang dikenal salah seorang juru debat BPN Prabowo-Sandi selanjutnya menyarankan agar Poyuono berhati-hati. Jansen menyinggung insiden Prabowo melempar ponsel. 

"Saran saya, baiknya habis ini segera Poyuono pakai pelindung kepala, karena hati-hati aja habis ini dilempar HP," ucapnya.

Perseteruan terjadi setelah beberapa politikus Partai Demokrat melontarkan kritik lewat media sosial. Kritikan itu dibalas Waketum Gerindra Arief Poyuono dengan mengusir Demokrat dari koalisi karena dianggap berisik.

Perseteruan sempat memanas setelah beberapa politikus Partai Demokrat terkesan memandang enteng Arief. Salah satunya datang dari Ferdinand Hutahaean.

"Kami juga tahu ya, Arief ya gitu-gitu, karena saya tidak pernah melihat Arief di Kertanegara (rumah Prabowo) selama proses pemilu sebagai elite Gerindra yang memperjuangkan Prabowo. Jadi saya rasa dia bukan siapa-siapa di sana," kata ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat itu.

loading...

Poyuono membalas pernyataan Demokrat. Ia menyinggung soal AHY yang gagal menjadi cawapres Prabowo. Poyuono merasa Komandan Kogasma Demokrat itu tak dipilih Prabowo jadi pasangannya karena peran darinya.

"Tahu apa kader Demokrat tentang saya di Gerindra. Wong AHY saja bisa saya check out dari cawapresnya Prabowo kok," ujar Poyuono.

Belakangan, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria memohon maaf kepada Demokrat atas pernyataan Poyuono atas nama partai. 

Meski begitu, Poyuono merasa apa yang disampaikan Riza adalah pernyataan pribadi. Ia juga menolak meminta maaf, termasuk kepada Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang disebutnya seperti undur-undur.

"Nggak Gerindra yang minta maaf ya sama Demokrat. Kan Riza Patria yang minta maaf. Gerindra dan aku nggak akan minta maaf ke SBY dan Demokrat. Tidak sudi ya karena SBY dan Demokrat sudah keterlaluan terhadap Prabowo dan Gerindra dalam berpolitik," kata Poyuono.

Loading...
Loading...