Selasa, 14 Mei 2019 18:55 WITA

Temui Ketua DPR Soal KPPS Meninggal, Din Syamsuddin Sebut Ada Pembiaran 

Editor: Abu Asyraf
Temui Ketua DPR Soal KPPS Meninggal, Din Syamsuddin Sebut Ada Pembiaran 
Din Syamsuddin

RAKYATKU.COM - Mantan ketua umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin menemui Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, Selasa (14/5/2019). Dia datang sebagai Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu (AMP-TKP) 2019.

Din menjadi ketua dewan pengarah. Aliansi ini beranggotakan lintas agama, suku, dan profesi. Menurut Din, ini merupakan gerakan moral untuk kemanusiaan. Dia memastikan tidak ada kaitan dengan kepentingan politik.

Kepada Bambang, Din menilai kasus meninggalnya ratusan petugas KPPS adalah kejadian luar biasa dan dipandang sebagai tragedi kemanusiaan. Jika ada pembiaran, ia menyebutnya sebagai tumbal demokrasi dan berbahaya bagi bangsa.

"Saya pribadi dan aliansi melihat permisivisme, pembiaran semacam ini berbahaya bagi bangsa dan akan ada demoralisasi," ujar Din seperti dikutip dari Detikcom.

Masalahnya, kejadian ini berhimpit dengan agenda politik, pemilu pilpres sehingga sangat sensitif. Dia menyebut rentan terhadap munculnya praduga yang kontraproduktif. Makanya, kasus ini harus dijernihkan.

Oleh karena itu, AMP-TKP mendesak adanya klarifikasi dan verifikasi penyebab kematian petugas KPPS. Mereka mendesak agar dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Loading...

"Bila perlu melibatkan unsur masyarakat supaya clear. Dan yang kedua, adanya upaya, kalau mau menyingkap penyebab kematian kan harus ada autopsi, tidak ada cara lain," tambah ketua dewan pertimbangan MUI Pusat itu.

Dalam pertemuan dengan ketua DPR RI, Din didampingi antara lain Sekretaris AMP-TKP Ahmadi Thaha, lalu Marah Santi Siregar, Fahmi Idris, Iwan Piliang, Siane Indriani, Amidhan, Hatta Taliwang, dan Nasrullah.    

Sementara Bambang Soesatyo mengatakan, pimpinan telah meminta Komisi II untuk melakukan rapat gabungan KPU, Bawaslu, Kementerian Kesehatan dan Polri terkait kematian ratusan KPPS tersebut.

Dia mengatakan sebenarnya sudah ada antisipasi, mengingat banyak petugas KPPS yang meninggal pada Pemilu 2014. Menurutnya, kematian ratusan petugas KPPS di pemilu kali ini perlu dicari solusi dan ditemukan penyebabnya.

Politikus asal Partai Golkar itu menyebut Komisi II DPR akan menggelar rapat gabungan dengan KPU-Bawaslu usai penetapan hasil pemilu pada 22 Mei 2019 mendatang. 

Loading...
Loading...