Senin, 13 Mei 2019 16:05 WITA

Terobos Barikade Satpol PP, Mahasiswa Jeneponto Desak Direktur RSUD Diproses Hukum

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Terobos Barikade Satpol PP, Mahasiswa Jeneponto Desak Direktur RSUD Diproses Hukum
Ratusan mahasiswa dari sejumlah organisasi menggelar aksi unjuk rasa di kantor bupati Jeneponto, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Empoang Kota, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Senin (13/5/2019).

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Ratusan mahasiswa dari sejumlah organisasi menggelar aksi unjuk rasa di kantor bupati Jeneponto, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Empoang Kota, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Senin (13/5/2019).

Aksi tersebut sempat berlangsung ricuh antara pengunjuk rasa dan satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) di pintu masuk kantor bupati Jeneponto, usai membakar ban bekas di tengah jalan.

Para pengunjuk rasa dan Satpol PP terlihat saling dorong hingga menerobos pintu pagar besi hingga masuk di halaman kantor bupati Jeneponto. Mereka membawa keranda mayat sebagai bentuk protes terhadap pemerintah.

Dalam penyataan sikapnya yang mengatasnamankan Solidaritas Aktivis Jeneponto, mereka menuntut direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang, Iswan Sanabi dan bendahara serta antek-anteknya untuk diproses.

Loading...

"Banyak anggaran yang dikucurkan tidak membuat RSUD Lanto Daeng Pasewang beroperasi sesuai keinginan masyarakat. Justru sebaliknya rumah sakit dirundung banyak masalah yang begitu besar," kata jenderal lapangan, Mahmud Patoppoi.

"Beberapa pelayanan ditutup, stok obat habis, belum lagi sarana dan prasarana yang tidak memadai. Tentunya hal ini sangat meresahkan masyarakat pada umumnya," tambahnya.

Usai dari kantor bupati, para pengunjuk rasa melanjutkan aksi di kantor Kejaksaan Negeri Jeneponto dan mendesak Kajari untuk mundur dari jabatannya.

Loading...
Loading...