Senin, 13 Mei 2019 15:24 WITA

Dikeroyok Pesilat, Calon Kapolsek Gegar Otak Dua Hari Jelang Sertijab

Editor: Abu Asyraf
Dikeroyok Pesilat, Calon Kapolsek Gegar Otak Dua Hari Jelang Sertijab

RAKYATKU.COM - Tugas polisi tergolong berisiko tinggi. Niat untuk mengamankan situasi bisa berbuah malapetaka. Seperti yang dialami AKP Aditia Mulya Ramdhani.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri ini mengalami gegar otak akibat dikeroyok pelaku tawuran massa pada Rabu malam (8/5/2019). Padahal, pada Jumat (10/5/2019) dia akan serah terima jabatan sebagai kepala Polsek Semarang Tengah.

Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Agus Pamungkas mengatakan, saat itu Aditia hendak melerai dua kelompok perguruan silat yang terlibat tawuran. Dia saat itu hanya mengenakan pakaian preman alias tidak berseragam.

Tawuran terjadi di sekitar SPBU Sudimoro, Sidoharjo, Wonogiri. Ketika itu AKP Aditia tengah melakukan pengamanan dengan berpakaian preman dan terpisah dari rekan polisi lainnya. 

AKP Aditia dikenal sebagai polisi berprestasi. Dia antara lain berhasil mengungkap kasus pembunuhan caleg Partai Golkar yang juga anggota DPRD Sragen bernama Sugimin tidak sampai 24 jam. Pasangan suami istri ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Aditia Mulya Ramdhani juga pernah menjadi Kasospol Air, selanjutnya menjadi Dan Kapal 3 buah yakni Kapal Patroli Randeyan 203, KP Lemukutan 601 dan KP Lumba lumba 603. Semuanya di Ditpolair Polda Kalbar.

Jabatan yang disandang perwira kelahiran Bandung, 2 Juni 1984 itu, berdasarkan data dari Sumda Polres Wonogiri, antara 2009 hingga 2010. Sebelumnya begitu lulus dari Akpol 2006 dengan pangkat Ipda, AKP Aditia bertugas sebagai Paman Polda Kalbar.

Loading...

Selanjutnya bertugas di Polda NTT di Ditreskrimum dan Ditpolair, hingga mutasi sebagai Pama Baharkam Polri. Kemudian mutasi menjadi Kasatlantas Polres Purworejo dan Kebumen, hingga panda Agustus 2017 menjabat Kapolsek Pasar Kliwon Solo. Selang setahun kemudian pindah tugas sebagai Kasatreskrim Polres Wonogiri.

"Pada Jumat 10 Mei 2019 kemarin sebetulnya sertijab menjadi Kapolsek Semarang Tengah," beber Kompol Agus.

AKP Aditia si anak tunggal ini memiliki seorang istri bernama Dewi Setiyowati dan tiga anak, Junot Arthaf (10), Calista Zora (9), dan Bianca Indira (4). Alamat domisili di Jalan Dr Wahidin 161 Semarang.

Pria berperawakan sedang ini menempuh pendidikan di PTIK dan lulus 2012 dengan titel SIK. Mendapatkan pula pendidikan PA Nautika, PA Idik TP Illegal Fishing, dan Inspektur Gakkum Lantas.

"Saat ini kondisi AKP Aditia masih kritis di RS Dokter Oen Solobaru," ujarnya seperti dikutip dari Detikcom.


 

Loading...
Loading...