Sabtu, 11 Mei 2019 06:30 WITA

Rekannya Serang Kubu Prabowo-Sandi, Hinca Bahas Ini dengan Para Sekjen

Editor: Abu Asyraf
Rekannya Serang Kubu Prabowo-Sandi, Hinca Bahas Ini dengan Para Sekjen
Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan (kemeja biru)

RAKYATKU.COM - Serangan sejumlah politikus Partai Demokrat terhadap kubu Prabowo-Sandi dibaca sebagian orang sebagai sinyal mundur dari koalisi. Namun, Sekjen Hinca Panjaitan membuat konstalasi sedikit berubah.

Hinca dan para sekjen parpol anggota koalisi Prabowo-Sandi menggelar pertemuan di Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019).

Selain Hinca Panjaitan, hadir pula Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso, Sekjen PKS Mustafa Kamal, dan Sekjen PAN Eddy Soeparno. 

Ditanya soal pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang mengusir Partai Demokrat, Ahmad Muzani menegaskan koalisi masih solid. Dia menunjukkan bukti kehadiran para sekjen anggota koalisi dalam pertemuan tersebut.

"Kami semua di sini dengan Pak Hinca itu sudah memberikan sikap. Nggak perlu ada klarifikasi. Jelas, ya," ujar Ahmad Muzani.

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan juga menegaskan parpolnya masih tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur. 

"Kan kami berlima ada di sini. Karena itu, kalau sudah berjam-jam kami membahas ini, kira-kira apa kesimpulannya? Kami buat langkah-langkah sampai terus ke depan. Karena itu, sangat solid, tidak ada masalah. Jelas, ya? Clear, ya," ujar Hinca.

loading...

"Jadi kalau ada yang dorong-dorong, suruh keluar, suruh keluar, nggak ada urusannya. Kami tetap ada di sini dan tetap menjalankan tugas-tugas kami sebagai mesin partai," tambahnya seperti dikutip dari Detikcom.

Dalam pertemuan itu, para sekjen membahas dugaan kecurangan pada Pileg dan Pilpres 2019. Para sekjen parpol koalisi memaparkan kondisi di wilayah masing-masing

"Kita juga merasakan ada satu parpol yang bisa memperoleh suara hampir 80 persen dalam satu dapil dan ini hampir nggak pernah terjadi. Ada 15 parpol peserta Pemilu, tapi ada satu parpol bisa mendominasi dalam satu dapil sampai 70-80 persen sehingga kami merasa ada sesuatu yang aneh dalam proses pemilu ini," ujar Ahmad Muzani.

Selain itu, juga dibahas dugaan kecurangan di Pilpres terkait dugaan pengerahan ASN, lurah dan camat. Menurutnya, seluruh struktur pemerintah terlibat secara masif dengan jelas, bahkan BUMN juga terlibat dalam proses pemenangan itu. 

Para sekjen juga menyoroti ratusan petugas pemilu yang meninggal. "Kami duga jangan-jangan dianggap tumbal pemilihan umum, tumbal demokrasi sehingga kematian mereka dianggap hal biasa. Karena itu kami minta Bawaslu, polisi, seluruh aparat yang terkait untuk memberi perhatian khusus kepada masyarakat, bahkan untuk mengusut persoalan ini," kata Muzani.
 

Loading...
Loading...