Rabu, 08 Mei 2019 10:31 WITA

Ustaz Bachtiar Nasir Jadi Tersangka, Prabowo Sarankan Begini

Editor: Abu Asyraf
Ustaz Bachtiar Nasir Jadi Tersangka, Prabowo Sarankan Begini
Ustaz Bachtiar Nasir bersama Ustaz Haikal Hassan.

RAKYATKU.COM - Mantan ketua GNPF MUI, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) memastikan akan memenuhi panggilan polisi hari ini, Rabu (8/5/2019). Dia mengikuti saran capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Ditemani Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak dan Ustaz Haikal Hassan, UBN sempat menemui Prabowo di kediamannya di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

"Prabowo sampaikan, ikuti prosedur hukum. Kalau memang tidak merasa bersalah ikuti. Mudah-mudahan tidak ada masalah karena aparat juga pasti tahu mana menetapkan kesalahan mana bukan kesalahan," kata Yusuf.

Menurut Yusuf, Prabowo tak membahas secara detail kasus yang menjerat UBN. Prabowo yakin UBN taat mengikuti prosedur hukum.

Sebelumnya, UBN ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. Dia jadi tersangka dalam kasus dugaan pencucian uang Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) yang dananya diduga digunakan untuk aksi 411 dan 212. 

Saat mendatangi kediaman Prabowo, UBN tampak mengenakan kemeja koko putih dan berpeci hitam. Dia tiba menggunakan mobil Pajero hitam.

Beberapa menit setelah kedatangan Bachtiar menyusul Wakil Sekjen MUI Pusat, Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin. Dia juga langsung masuk ke dalam kediaman Prabowo. 

Loading...

Berdasarkan surat pemanggilan pemeriksaan, UBN diminta memenuhi panggilan pukul 10.00 WIB. Surat panggilan tersebut ditandatangani Dirtipideksus Brigjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho.

Tertulis juga dugaan pasal yang dijeratkan kepada Bachtiar, yaitu Pasal 70 juncto Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 16/2001 tentang Yayasan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 28/2004 atau Pasal 374 KUHP juncto Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP atau Pasal 49 ayat (2) huruf b UU Nomor 10/1998 tentang Perbankan atau Pasal 63 ayat (2) UU Nomor 21/2008 tentang Perbankan Syariah dan Pasal 3 dan Pasal 5 dan Pasal 6 UU Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Sementara Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin enggan berkomentar banyak terkait dugaan pencucian uang yang menyeret Bachtiar Nasir. 

Kiagus mengatakan sebagai lembaga intelijen keuangan, mereka mempunyai keterbatasan untuk menjelaskan secara detail ke publik. Yang jelas, kata dia, PPATK telah menyerahkan beberapa hasil temuan terkait Bachtiar Nasir ke kepolisian.
 
Kiagus mengatakan PPATK dalam bekerja biasanya melalui dua mekanisme yakni proaktif dan permintaan dari aparat penegak hukum. Biasanya, kata dia PPTAK akan melalukan investigasi jika menemukan aliran dana mencurigakan. 

"Kalau ada indikasi menuju ke money laundry, menuju ke tindak pidana. Itu kami lakukan pendalaman dan kami sampaikan ke penegak hukum," kata dia seperti dikutip dari Tempo.
 
 

Loading...
Loading...