Jumat, 03 Mei 2019 09:48 WITA

Napi Dipukul dan Diseret, Kalapas Narkotika Nusakambangan Dicopot

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Napi Dipukul dan Diseret, Kalapas Narkotika Nusakambangan Dicopot
Potongan video napi diseret petugas lapas.

RAKYATKU.COM - Tindak tidak terpuji dipertontonkan petugas lapas. Mereka memukul dan menyeret para napi sebelum dibawa ke Pulau Nusakambangan.

Dalam sebuah video, para napi yang ditutup kepalanya serta diborgol tangan dan kakinya itu dipukul dan diseret untuk naik ke kapal. 

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Kemenkumham, Junaedi, membenarkan adanya kekerasan yang dilakukan para petugas lapas ke napi. Junaedi menyatakan, insiden itu terjadi pada Kamis (28/3/2019). 

Para napi itu, kata dia, berasal dari Lapas Kerobokan dan Lapas Bangli, Bali, yang akan dipindahkan ke lapas yang berada di Nusakambangan. Adapun para napi itu dipindahkan ke Lapas Narkotika Nusakambangan dan Lapas Batu. 

"Pada sekitar jam 14.30 WIB, rombongan narapidana pindahan dari Bali sebanyak 26 (orang) tersebut sampai di Dermaga Wijayapura, Cilacap. Di pintu masuk itu diterima, kemudian dilakukan pemeriksaan sebagaimana SOP penerimaan. Mulanya diborgol secara komulatif, dipisahkan menjadi pemborgolan secara sendiri-sendiri," kata Junaedi.

Ia menyebut, aksi kekerasan itu dilakukan sebanyak 13 petugas lapas. Junaedi menegaskan para petugas itu telah melanggar standar operasional prosedur (SOP) terkait pemindahan penahanan. 

"Dari peristiwa itulah terjadi pelanggaran prosedur, sekali lagi, pelanggaran prosedur, yang dilakukan oleh para petugas sebagaimana pada video yang sementara ini telah beredar di masyarakat," ucapnya. 

Loading...

"Tegas dalam SOP kita dilarang untuk diskriminatif,  intimidatif, kekerasan itu semua dilarang. Kami sendiri kaget saat melihat video tersebut, kenapa bisa terjadi demikian," imbuhnya.

Buntut dari insiden ini, Kalapas Narkotika Nusakambangan, HM, dicopot dari jabatannya. Menurut Junaedi, pencopotan itu karena HM dinilai lalai dalam mengawasi anak buahnya yang memukul dan menyeret napi. 

"Kalapas selaku penanggungjawab pelaksanaan tugas itu tidak mampu mengendalikan terjadinya pelanggaran itu. Maka telah dilakukan pemeriksaan oleh tim dari pusat," ungkapnya dikutip Kumparan.

“Kalapas Narkotika telah dinonaktifkan, ditarik ke kantor wilayah (Jawa Tengah). Dan kemudian kepala kantor wilayah menunjuk pelaksana harian yaitu pejabat Kabid Pembinaan Lapas Batu, saudara Irfan Wijaya, untuk melaksanakan tugas sebagai kepala di Lapas Narkotika Nusakambangan," pungkasnya.


 

Loading...
Loading...