Kamis, 02 Mei 2019 17:38 WITA

Polisi dan Panwascam Larang Liput Rekap, Ketua KPU Gowa: Bukan Hak Mereka

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Abu Asyraf
Polisi dan Panwascam Larang Liput Rekap, Ketua KPU Gowa: Bukan Hak Mereka
Polisi, PPK, dan Panwascam di Pallangga melarang wartawan meliputi proses rekap, Kamis (2/5/2019).

RAKYATKU.COM,GOWA - Masih ada penyelenggara pemilu yang belum paham pentingnya transparansi. Itu terlihat dalam rekapitulasi suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Gowa.

Wartawan yang sejatinya mewakili publik justru dihalang-halangi untuk memantau proses rekap. Ironinya, tanpa alasan jelas. Padahal, jika proses itu terbuka, justru akan menghindarkan kecurigaan publik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu.

Kasus ini antara lain terjadi di PPK Pallangga. Wartawan dilarang masuk untuk melakukan peliputan. Panwascam juga melarang wartawan untuk melakukan peliputan.

Polisi yang berjaga setali tiga uang. Juga tak memperbolehkan pekerja media mendekati lokasi rekap. Wartawan hanya dipersilakan mengambil gambar dari jauh.

loading...

"Panwascam itu tidak punya hak untuk melarang-larang. Pleno itu domainnya PPK. KPU juga sudah menyampaikan ke PPK untuk membolehkan media dan pemantau pemilu menyaksikan sepanjang tidak mengganggu pleno," tegas Ketua KPU Gowa, Muhtar Muis kepada media, Kamis (2/5/2019).

Kondisi berbeda terjadi di PPK Barombong. Meski PPK tersebut dijaga oleh aparat kepolisian lengkap dengan senjata api laras panjangnya, pihaknya memperbolehkan awak media masuk untuk melakukan peliputan di dalam ruang rekap surat suara tersebut. 

Seluruh petugas di PPK tersebut sedang merekap surat suara tanpa merasa terganggu atas kehadiran media. Mereka tetap menjalankan tugasnya seperti biasa dengan penjagaan pihak kepolisian.

Loading...
Loading...