Selasa, 30 April 2019 17:52 WITA

Terjebak Banjir di Rumahnya, Polisi Luwu Timur Diselamatkan Warga

Penulis: Ikram
Editor: Abu Asyraf
Terjebak Banjir di Rumahnya, Polisi Luwu Timur Diselamatkan Warga
Banjir menggenangi tujuh kecamatan di Luwu Timur, Selasa (30/4/2019).

RAKYATKU.COM,LUWU TIMUR - Biasanya anggota polisi yang mengevakuasi warga yang menjadi korban banjir. Di Luwu Timur, kondisi sebaliknya terjadi.

Seorang warga Malili bernama Ishak mengaku menyelamatkan anggota polisi beserta keluarganya. Polisi tersebut terjebak dalam rumah.

"Tadi subuh Pak, saya menyelamatkan anggota polisi karena tidak bisa keluar dari rumahnya. Pintunya tidak bisa dibuka akibat kerasnya dorongan air," ujar Ishak, Selasa (30/4/2019).

Kepala BPBD Luwu Timur, Muh Zabur mengatakan, banjir merendam rumah warga dan fasilitas umum di tujuh kecamatan.

Di Kecamatan Wasuponda, banjir terjadi di Desa Balambano dan Tole-Tole. Di Kecamatan Tomoni Timur, terjadi di Desa Manunggal, Alam Buana, dan Desa Cendana Hitam.

Lalu, Kecamatan Wotu menimpa Desa Karambua dan Desa Kalaena. Kecamatan Malili di Desa Ussu, Desa Puncak Indah, Laskap, dan Desa Pongkeru. Kecamatan Angkona di Desa Wanasari. 

Selanjutnya, Kecamatan Kalaena terdiri atas Desa Sumber Agung dan Desa Sumber Makmur. Kecamatan Mangkutana juga kebagian banjir dan longsor di Desa Kasintuwu dan Desa Manggala. 

Hampir 400 jiwa kini mengungsi. Banjir terparah terjadi di di Desa Ussu dan Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili. Di Desa Ussu saratus persen rumah warga yang ada di kompleks perumahan Batara Guru terendam banjir. 

loading...

Di lokasi ini banyak warga tidak sempat menyelamatkan harta bendanya karena banjir datang di saat warga terlelap tidur. Sekitar pukul 02.00 dini hari. Barang elektronik, kasur, pakaian, hingga kendaraan roda dua dan roda empat terendam banjir. 

Banjir di perumahan Batara Guru mencapai dada orang dewasa. Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.

Kepala Desa Ussu, Rahmat mengtatakan sekitar 50 kepala keluarga sudah diungsikan. Sebagian mengungsi ke rumah keluarganya. Sebagian lagi dievakuasi ke kantor BPBD Lutim.

Secara keseluruhan warga yang tinggal di kompleks perumahan tersebut ada 250 kepala keluarga. Semuanya terdampak banjir.

Rahmat menyebut banjir terjadi karena adanya aktivitas penebangan liar di Dusun Lawape, Desa Puncak Indah, Malili. Kondisi ini diperparah dengan air pasang naik. Air hujan yang mestinya ke laut menjadi tertahan dan meluap ke rumah warga.

'Yang dibutuhkan warga sekarang sembako dan peralatan bayi, karena semua peralatan memasak tidak bisa difungsikan," ungkap Rahmat.

Loading...
Loading...