Selasa, 30 April 2019 14:04 WITA

Pembom Sri Lanka Diyakini Telah Dilatih di Suriah oleh ISIS

Editor: Suriawati
Pembom Sri Lanka Diyakini Telah Dilatih di Suriah oleh ISIS
INT

RAKYATKU.COM - Salah satu pembom bunuh diri di Sri Lanka diyakini telah dilatih oleh ISIS di Suriah.

Dia adalah Jameel Mohammed Abdul Latheef. Dia diduga merencanakan untuk meledakkan dirinya di sebuah hotel mewah di ibukota Kolombo, bersamaan dengan ledakan di tiga gereja dan tiga hotel lainnya.

Namun perangkat Latheef tampaknya tidak berfungsi. Dan dia baru meledakkan dirinya di luar sebuah penginapan kecil, membunuh dirinya sendiri dan dua orang lainnya.

Latheef diyakini telah melakukan perjalanan ke Suriah pada tahun 2014, selama puncak kekuasaan ISIS. Dia telah berlatih dengan Mohammed Emwazi, teroris yang dikenal sebagai "Jihadi John," yang terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak.

Dia diyakini telah dilatih oleh ISIS selama 3-6 bulan.

Tetapi yang paling luar biasa, Latheef kabarnya telah belajar di luar negeri, termasuk Inggris dan Australia, dan memperoleh gelar sarjana teknik penerbangan.

Loading...

Wall Street Journal (WJS) melaporkan bahwa, selain Latheef, para penyelidik yakin empat pembom lainnya juga mungkin telah melakukan perjalanan ke markas ISIS, tetapi masih diselidiki.

Mereka diyakini telah melakukan perjalanan ke Turki, Suriah atau Irak, di mana mereka melakukan kontak dengan para agen Negara Islam.

Penyidik Sri Lanka mengatakan, para teroris itu belajar keterampilan membuat bom dan komunikasi, lalu dikirim pulang ke Sri Lanka untuk memulai operasi lokal.

Menurut WSJ, para pelaku bom bunuh diri telah menggunakan aplikasi obrolan terenkripsi, yaitu Telegram dan Threema untuk berkomunikasi satu sama lain.

Mereka juga menggunakan bahan peledak yang terbuat dari TATP, atau Triacetone Triperoxide, yang sering digunakan ISIS dan dapat disiapkan dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan seperti cairan pembersih saluran pembuangan, dan penghapus cat kuku.

Loading...
Loading...