Senin, 29 April 2019 17:48 WITA

Mata-mata Arab yang Terkait Pembunuhan Khashoggi, Bunuh Diri di Penjara Turki

Editor: Mays
Mata-mata Arab yang Terkait Pembunuhan Khashoggi, Bunuh Diri di Penjara Turki
Jamal Khashoggi

RAKYATKU.COM, ISTANBUL — Usai pembunuhan Jamal Khashoggi, dua mata-mata Arab Saudi dikirim ke Turki. Tugasnya, menyusup masuk ke penyelidik Turki untuk mengetahui hasil penyelidikan pembunuhan Jamal Khashoggi.

Keduanya ditangkap pada 19 April 2019 lalu. Di penjara Turki, salah satu dari dua mata-mata itu, bunuh diri. Demikian dilansir dari surat kabar Turki Haberturk di situs mereka, pada Senin (29/4/2019). 

Salah seorang pejabat Turki mengatakan, mereka mengaku melakukan mata-mata untuk negara Arab. Mereka masuk dalam penyelidikan Turki atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang tewas dibunuh di kantor konsulat Arab Saudi pada November tahun lalu. 

Badan Intelijen AS (CIA) yakin, Putra Mahkota Pangeran Arab Saudi Mohammad bin Salman yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi itu. 

Jurnalis yang tinggal di AS dan bekerja sebagai kolomnis di Washington Post. Ia kerap mengkritik kebijakan Mohammad bin Salman di kolomnya. 

Otoritas Turki mengatakan, kedua mata-mata itu ditangkap setelah diawasi 6 bulan.

loading...

“Ini kemungkinan sebuah upaya untuk mengumpulkan informasi tentang orang-orang Arab, termasuk pemberontak politik yang tinggal di Turki,” kata pejabat Turki saat ini, seperti dilansir dari BBC. 

Pihak berwenang Turki menyita sebuah komputer terenkripsi di sebuah tempat yang mereka sebut sebagai markas mata-mata di Turki. 

Pejabat yang tidak bersedia menyebutkan namanya mengatakan, para terduga mata-mata itu dicurigai melakukan operasi intelijen terhadap orang buangan politik dan mahasiswa. 

“Kami memiliki bukti yang sangat banyak atas aktivitas yang dilakukan orang-orang itu di tanah air Turki, mereka juga mengaku dipekerjakan oleh badan intelijen Uni Emirat Arab,” ungkapnya.

Loading...
Loading...