Senin, 29 April 2019 17:14 WITA

Saudara Bomber Sri Lanka Bilang, Sudah 18 Anggota Keluarganya Tewas

Editor: Aswad Syam
Saudara Bomber Sri Lanka Bilang, Sudah 18 Anggota Keluarganya Tewas
Zahran Hashim

RAKYATKU.COM, SRI LANKA - Adik perempuan Zahran Hashim, terduga dalang teroris Sri Lanka, telah mengungkapkan, sudah ada 18 anggota keluarganya tewas atau hilang sejak pengeboman pada Minggu, 21 April 2019 lalu. 

Mohamed Hashim Mathaniya, telah melihat kerabatnya menjadi sasaran serangan polisi, sejak saudara lelakinya Zahran Hashim meledakkan dirinya pada 21 April, setelah diduga merencanakan serangan. 

Ayah dan dua saudara laki-laki Zahran, meninggal dalam baku tembak pada hari Jumat, di mana setidaknya enam anak meninggal, sementara saudara ipar Mathaniya juga telah terbunuh. 

Hampir 10.000 tentara telah dikerahkan untuk melakukan pencarian, dan memburu anggota dua kelompok Islam setempat yang diyakini telah melakukan serangan itu. 

"Lima orang hilang setelah serangan. Mereka adalah tiga saudara lelaki saya, ayah saya, dan suami saudara perempuan saya," ujar Mathaniya kepada CNN.

“Itu tidak mengenai saya, sampai saya melihat tubuh pria dan wanita. Ketika mereka mengatakan enam anak, saya berpikir apakah mereka bisa menjadi orang yang terkait dengan saya," ungkap Mathaniya.  

Dia mengatakan, tujuh anak telah berada di rumah perlindungan teroris di Sainthamaruthu, yang diserbu oleh pasukan keamanan dua hari lalu. 

Saudara-saudara Zahran, Zainee Hashim, Rilwan Hashim, dan ayah mereka, Mohamed Hashim, termasuk di antara sedikitnya 15 orang yang tewas, dalam pertempuran senjata dengan militer pada hari Jumat. 

Ketiganya muncul dalam sebuah video, yang menyerukan perang habis-habisan melawan orang-orang yang tidak beriman, yang telah beredar luas di media sosial. 

Dalam video itu, Rilwan Hashim terlihat menyerukan 'jihad' atau perang suci, sementara anak-anak menangis di latar belakang.

"Kami akan menghancurkan orang-orang kafir ini untuk melindungi tanah ini, dan oleh karena itu kami perlu melakukan jihad," kata Rilwan dalam video itu. 

"Kita perlu mengajarkan pelajaran yang tepat untuk orang-orang kafir, yang telah menghancurkan Muslim," lanjutnya. 

Loading...

"Istri dan anak perempuan Zahran, berada di rumah sakit dengan cedera yang mengancam jiwa, setelah serangan itu," kata Mathaniya. 

Pihak berwenang percaya, Zahran, pendiri kelompok Islam Nasional Thawheedh Jamaat (NTJ), mendalangi dan merupakan salah satu dari sembilan pengebom bunuh diri dalam serangan pada hari Minggu Paskah, yang menewaskan 253 orang. 

Pada hari Sabtu, pemerintah melarang NTJ berdasarkan undang-undang darurat baru. 

Hari ini, Gereja Katolik di Sri Lanka mendesak pemerintah untuk menindak para Islamis seolah sedang berperang. 

Kardinal Malcolm Ranjith, uskup agung Kolombo, memperingatkan, para jemaatnya akan main hakim sendiri, jika serangan lebih lanjut tidak dicegah.  

Dua pria telah pindah ke rumah sewaan tiga kamar di daerah Sainthamaruthu di Kalmunai, beberapa hari sebelum serangan Minggu Paskah, menurut polisi. 

Setelah salat malam pada hari Jumat, sekelompok pria dari Masjid Hijra setempat, datang ke rumah untuk menanyai penghuninya.

Ketika seorang pria mengacungkan senapan serbu, orang-orang itu melarikan diri, memberi tahu polisi yang datang tak lama setelah itu.   

Pihak berwenang telah menahan lebih dari 100 orang, termasuk orang asing dari Suriah dan Mesir, sejak pengeboman 21 April.

Pada hari Minggu polisi di kota timur Kattankudy, menggerebek sebuah masjid yang didirikan oleh Zahran yang diyakini sebagai markas NTJ.

Loading...
Loading...