Senin, 29 April 2019 10:44 WITA

Pasca Pengeboman, Pemerintah Sri Lanka Larang Cadar

Editor: Aswad Syam
Pasca Pengeboman, Pemerintah Sri Lanka Larang Cadar
Tentara Sri Lanka sedang berjaga-jaga.

RAKYATKU.COM, SRI LANKA - Pasca serangan bom hari Minggu pekan lalu, yang menewaskan setidaknya 250 orang, Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, mengumumkan pelarangan aksesori yang menutup seluruh wajah. 

Presiden Maithripala Sirisena mengatakan, ia mengambil langkah darurat tersebut, demi pertimbangan keamanan nasional.

Larangan akan mulai berlaku Senin hari ini.

Pengumuman ini tidak secara spesifik menyebut burka atau niqab, yang dipakai kaum perempuan Muslim, dan hanya menyatakan, bahwa wajah tidak boleh ditutupi untuk memudahkan identifikasi.

SriLanka dalam kondisi waspada sejak gelombang serangan bom terkoordinasi hari Minggu pekan lalu, yang juga melukai lebih dari 500 orang.

Serangan bom tersebut menargetkan gereja-gereja yang penuh sesak oleh jemaat yang melakukan ibadah Paskah, serta hotel-hotel populer di kalangan wisatawan.

Loading...

Seperti halnya gereja St Anthony, para pelaku menyerang gereja-gereja di Negombo dan Batticola di sebelah timur, serta hotel-hotel di ibu kota Kolombo.

Sebagai besar dari mereka yang terbunuh adalah warga Sri Lanka, namun puluhan warga asing juga termasuk di dalamnya.

Sementara pihak berwenang menyalahkan NTJ atas serangan itu, mereka mengatakan kelompok ini pasti mendapat bantuan dari jaringan yang lebih besar.

Kelompok Negara Islam, yang melakukan serangan massal terhadap warga sipil di Paris dan lokasi lain dalam beberapa tahun terakhir, mengatakan mereka terlibat, tetapi belum memberikan rincian.

Loading...
Loading...