Senin, 29 April 2019 00:03 WITA

Bawaslu 'Korek' Dugaan Money Politics Amir Uskara dan Anaknya

Penulis: Syukur
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Bawaslu 'Korek' Dugaan Money Politics Amir Uskara dan Anaknya
Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan, Amir Uskara. Ist

RAKYUATKU.COM, MAKASSAR - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang digelar di Kota Makassar menemui sejumlah masalah. Salah satunya adalah dugaan money politics yang dilakukan oknum caleg.

Berdasarkan hasil investigasi Basan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar, pada PSU yang dilakukan di 19 TPS di Kota Makassar, ditemukan pelanggaran pemilu. 

Koordinator Devisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Makassar, Sri Wahyuningsi menyebut pihaknya masih mendalami dugaan praktik money politics yang diduga melibatkan Busranuddin Baso Tika (BBT), Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Amir Uskara Amir Uskara dan anaknya Fauzan Uskara. 

Dalam kasus ini, BBT yang merupakan Caleg DPRD Kota Makassar dari Partai PPP sudah hadir di kantor Bawaslu Makassar memenuhi panggilan pada Selasa (23/4/2019) lalu. 

Saat itu, kata Sri, BBT enggan menandatangani surat berita acara pemeriksaan.

"Tapi tetap kita lanjutkan klarifikasi saksi lainnya, masih ada 2 orang saksi yang akan diklarifikasi besok," ungkap Sri, Minggu (28/4/2019).

Loading...

Sri menjelaskan dugaan praktik money politics yang mengakibatkan BBT dipanggil juga berkaitan dengan Amir Uskara. Hanya saja pemanggilan Amir Uskara dan anaknya belum dilakukan.

"BBT itu termasuk Amir Uskara sama anaknya Fauzan. Belum ada agenda untuk mereka," bebernya.

Ia menyebutkan, pemanggilan terhadap Amir Uskara dan anaknya yang merupakan Caleg DPRD Provinsi Sulsel itu akan dilakukan setelah pemeriksaan saksi-saksi lain

Hanya saja, Sri juga tidak membeberkan siapa saksi yang dijadwalkan dipanggil besok.

"Selesaipi saksi-saksi (pemeriksaan Amir Uskara dan anaknya). Ini lagi kami dalami dari keterangan saksi termasuk yang akan diklarifikasi besok," jawab Sri saat ditanya dugaan peran Amir Uskara dan anaknya.

Loading...
Loading...