Minggu, 28 April 2019 22:52 WITA

PSU di Sulsel Diwarnai Partisipasi Masyarakat yang Rendah

Penulis: Rizal
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
PSU di Sulsel Diwarnai Partisipasi Masyarakat yang Rendah
Suasana PSU di TPS 6, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sabtu (27/4/2019). Foto/Fathul

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 91 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sulawesi Selatan, Sabtu (27/4/2019) kemarin.

Berdasarkan pemantauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan, pelaksanaan PSU tersebut secara umum berjalan lancar dan tertib.

Hanya saja, menurut Komisioner Divisi Pengawasan Partisipatif Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, partisipasi masyarakat yang ikut menyalurkan hak pilihnya pada PSU ada yang di bawah angka 50 persen. Hal tersebut ditemukan pada TPS yang hanya menggelar PSU untuk Pilpres saja.

"Partisipasi masyarakat khususnya yang hanya melakukan PSU untuk Pilpres itu ada dibawah 50 persen dari daftar DPT yang ada. Beberapa TPS PSU yang saya pantau di Takalar, bahkan ada yang dibawah 40 persen dari pemilih di DPT," kata Saiful melalui aplikasi pesan, Minggu (28/4/2019).

Menurut Saiful, partisipasi pemilih yang tinggi terjadi di TPS yang menggelar PSU untuk DPRD tingkat kabupaten/kota dan DPRD tingkat provinsi.

Loading...

"Partisipasi tinggi saat yang dilakukan PSU ada surat suara DPRD kabupaten/kota atau minimal DPRD provinsi. TPS yang ada PSU untuk surat suara DPRD kabupaten/kota atau DPRD provinsi itu yang hadir sekitar 90 persen," tambah Saiful.

Selain itu, Saiful juga menduga, rendahnya partisipasi masyarakat untuk datang mencoblos disebabkan oleh waktu memilih PSU yang bukan waktu yang diliburkan.

"Ini juga banyak terkait dengan waktu memilih PSU bukan waktu yang diliburkan. Pegawai dan pekerja yang tempat kerjanya jauh tentu tidak bisa hadir," pungkasnya.
 

Loading...
Loading...