Minggu, 28 April 2019 20:04 WITA

Punya Bukti Prabowo Dicurangi, Relawan Jokowi Beri Rp 100 Miliar

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Punya Bukti Prabowo Dicurangi, Relawan Jokowi Beri Rp 100 Miliar
Jokowi-Ma'ruf Amin. Ist

RAKYATKU.COM - Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin menyiapkan hadiah uang Rp 100 miliar bagi siapa pun yang bisa membuktikan adanya kecurangan di Pilpres 2019. 

Syaratnya, kecurangan itu, harus mempengaruhi suara Prabowo-Sandiaga Uno paling tidak 5 persen di real count manual KPU.

"Atas nama beberapa pengusaha muslim, menyatakan menyiapkan dana Rp 100 miliar, akan dibayarkan cash, kepada pihak siapa pun, yang bisa membuktikan ada kecurangan, minimal 5 persen," kata Ketua Muslim Cyber Army Jokowi, Diki Chandra MM.

Menurut Diki, jarak 5 persen suara di real count itu harus merupakan kesalahan yang belum dikoreksi KPU dan merugikan Prabowo-Sandi. 

Waktu pembuktiannya akan dibuka hingga 21 Mei 2019 pukul 12.00 WIB atau sehari sebelum KPU merilis secara resmi hasil real count.

"Definisi kecurangan itu, yaitu lima persen dari hasil hitungan real count KPU yang angkanya dianggap (hasil) kecurangan yang tidak dikoreksi KPU. Sehingga, menimbulkan perbedaan hasil real count yang merugikan pihak 02," jelasnya dikutip Kumparan.

loading...

Kata dia, sayembara ini digelar untuk meredam isu kecurangan pihak Jokowi-Ma'ruf yang dilontarkan oleh pendukung Prabowo-Sandi. Diki juga meminta agar pihak paslon 02 segera menghentikan provokasi yang dialamatkan kepada Jokowi atau KPU.

"Kami yakin tidak ada kecurangan masif, sistematis dan sebagainya, yang ada berbagai permasalahan biasa dalam pemilu dan jumlahnya tidak banyak," tutur Diki.

Diki menjelaskan, hadiah yang akan diberikan berasal dari 17 pengusaha Islam yang bergerak di berbagai bidang, termasuk konstruksi dan jasa. Namun, menurutnya, para pengusaha itu tidak mau disebutkan identitasnya.

"Pengusaha muslim ini sudah gerah dengan berbagai serangan macam fitnah dan juga klaim dan juga pernyataan ada kecurangan dimana-mana, Pak Jokowi menang karena curang, KPU juga curang dan berbagai pihak lain tidak ada yang dipercaya," pungkasnya

Loading...
Loading...