Minggu, 28 April 2019 19:02 WITA

Bomber Sri Lanka Pernah Usir Saudaranya karena Potong Janggut

Editor: Mays
Bomber Sri Lanka Pernah Usir Saudaranya karena Potong Janggut
Abdul Lathief Jameel Mohamed, salah satu bomber di Sri Lanka

RAKYATKU.COM, SRI LANKA - Bomber Hotel Shangri-La Sri Lanka, Abdul Lathief Jameel Mohamed (36), menjadi sangat radikal sepulang belajar dari Australia.

Saudara perempuan Mohammed, Samsul Hidaya, mengatakan, setelah ia kembali dari studinya di Universitas Swinburne Melbourne, ia adalah orang yang berubah.

"Saudaraku menjadi sangat religius ketika dia berada di Australia," katanya. “Dia normal ketika dia pergi belajar di Inggris, dan normal ketika dia kembali.

“Tetapi setelah dia menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Australia, dia kembali ke Sri Lanka dengan pria yang berbeda," ujar Hidaya.

"Dia memiliki janggut panjang dan telah kehilangan selera humornya. Dia menjadi serius dan menarik diri dan bahkan tidak akan tersenyum pada siapa pun yang tidak dikenalnya, apalagi tertawa," ungkapnya.

Hidaya menambahkan, Jameel bahkan sempat mengusir saudaranya yang pria, karena telah memangkas janggutnya.

Jameel adalah salah satu pelaku peledakan sejumlah bom di Sri Lanka.

loading...

Dia meledakkan dirinya di Tropical Inn di Kolombo pada hari Minggu Paskah.

Dia diyakini telah merusak usahanya untuk meledakkan bomnya di sebuah hotel bintang lima, dan diperkirakan telah meledakkan dirinya secara tidak sengaja di sebuah wisma yang jauh lebih kecil.

Penyelidik anti-terorisme di Inggris mengatakan Jameel kuliah di Universitas Kingston mulai 2006-2007 dan sedang mencari rekan atau tanda-tanda aktivitas ekstremis selama waktunya di Inggris. 

Dia mendaftar pada gelar teknik kedirgantaraan di Asian Aviation Center di Sri Lanka, di mana para siswa menghabiskan tahun ketiga dan terakhir mereka di Kingston University. 

Berumur 23 tahun, ia tiba di Inggris pada 1 Januari 2006, dan kembali ke Sri Lanka pada September 2007. Ia juga mengunjungi Inggris pada 2008.

Selama tahun pertama Mohamed di Surrey, pengkhotbah garis keras Shakeel Begg, berbicara di universitas, memberi tahu para siswa, "Anda ingin berjihad? Sangat bagus ... pergi ke Palestina dan memerangi teroris, melawan Zionis." 

Loading...
Loading...