Sabtu, 27 April 2019 15:25 WITA

Diajak Gabung Kubu Jokowi, Demokrat: Kami Pertimbangkan

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Diajak Gabung Kubu Jokowi, Demokrat: Kami Pertimbangkan
Presiden Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ist

RAKYATKU.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin membuka pintu untuk Partai Demokrat (PD) bergabung. 

Peluang itu dinilai cukup besar mengingat komunikasi Jokowi dengan pimpinan PD cukup baik. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding.

"Wacana bergabungnya PD dalam Koalisi Indonesia Kerja merupakan wacana yang cukup wajar mengingat komunikasi Presiden Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono maupun putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berlangsung dengan cukup baik," kata Abdul Kadir Karding.

Karding menyebut memang saat ini proses rekapitulasi masih dilakukan, meski mayoritas hitung cepat lembaga survei memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Namun kubu pasangan nomor urut 01 itu membuka pintu bagi koalisi Prabowo Subianto-Sandi yang ingin merapat bersama koalisi Jokowi.

"Kami kira masih terlalu dini membicarakan bergabungnya koalisi pendukung 02 ke 01 mengingat Presiden Jokowi belum dilantik kembali sebagai presiden, namun kami menyambut baik komunikasi dan silaturahmi yang mempererat rasa persaudaraan dan persatuan bangsa pasca-Pilpres 2019," ujar Karding.

Soal kemungkinan Demokrat bergabung, TKN Jokowi menegaskan memberikan sambutan positif bila wacana tersebut terealisasi. Karding menyatakan menyambut baik partai Koalisi Adil dan Makmur untuk mau bergabung bersama.

loading...

"Presiden Jokowi pada intinya menyambut baik komunikasi dan silaturahmi yang dilakukan elite-elite politik pasca-Pemilu 2019," bebernya. 

Menanggapi hal tersebut, Demokrat merespons positif upaya TKN Jokowi-Ma'ruf Amin soal ajakan bergabung bersama. Demokrat akan mempertimbangkannya bila ajakan dilakukan pada waktu yang tepat.

"Saya kira kalau ajakan itu didasari iktikad baik kalau dilakukan pada saat yang tepat, tentunya bukan hal yang buruk menurut saya, itu hal baik. Kalau ajakan dilandasi iktikad baik, tentu kami merasa sangat terhormat untuk mempertimbangkannya," ungkap Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin dikutip Detikcom, Sabtu (27/4/2019). 

Soal 'saat tepat' yang dimaksud Amir adalah setelah seluruh tahapan pemilu serentak, termasuk Pilpres 2019, selesai. Hasil final dari pemilu, ditegaskan Amir, harus diterima semua pihak.

"Segala kemungkinan yang terbaik untuk bangsa dan negara selalu membuka jalan upaya-upaya terbaik yang dilakukan siapa saja," pungkasnya.
 

Loading...
Loading...