Kamis, 25 April 2019 17:58 WITA

Pengedar Narkoba yang Tertangkap Terancam Hukuman Mati

Penulis: Azwar Basir
Editor: Aswad Syam
Pengedar Narkoba yang Tertangkap Terancam Hukuman Mati
Barang bukti sabu-sabu yang hendak dimusnahkan di Mapolda Sulsel, Kamis, 25 April 2019.

MAKASSAR, RAKYATKU.COM - Ditresnarkoba Polda Sulsel bersama Satres Narkoba di jajaran Kabupaten/kota di Sulsel, berhasil mengamankan Narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 11.110 kg dalam dua bulan terakhir.

Dirnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan mengatakan, pengedar narkoba yang tertangkap itu, semuanya terancam hukuman mati. Sebanyak 11.110 kg narkotika jenis sabu-sabu itu, diamankan dalam empat TKP berbeda.

"Mulai dari yang 500 gram, 610 gram, 2 kilo hingga 8 kilo itu ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup," tegas Kombes Pol Hermawan, di Mapolda Sulsel, Kamis, (25/4/2019).

Kombes Pol Hermawan mengungkapkan, 11.110 kg narkotika jenis sabu-sabu yang berhasil digagalkan tersebut, dapat dikonsumsi oleh 130 ribu orang.

"Satu kilo narkoba itu korbannya 1200 orang dirusak, jadi kalau misalnya 10 kilo berarti 120 ribu orang, kalau 11 kilo yah sekitar 130 ribu orang korban dari narkoba itu," jelasnya. 

Sebelumnya diberitakan, Dirnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol Hermawan mengatakan, 11.110 kg narkotika jenis sabu-sabu yang dimusanahkan hari ini, merupakan hasil penangkapan di empat tempat kejadian perkara (TKP) berbeda selama dua bulan terakhir.

Loading...

"TKP pertama di Kabupaten Sidrap, sabu-sabu seberat 8 kg hasil dari pengungkapan yang dilakukan oleh Subdit 1 Ditresnarkoba, dengan jumlah tersangka sebanyak dua orang," ujar Kombes Pol Hermawan.

Barang bukti sabu-sabu seberat 8 kg ini berasal dari Filipina, yang dikirim ke Indonesia melalui Malaysia, masuk ke Kalimantan kemudian Sulawesi Tengah dan terakhir dikirim ke Sulsel melalui jalur darat, untuk didistribusikan ke wilayah Sulsel.

"Sementara TKP ke dua di daerah Kabupaten Pinrang, barang bukti sebanyak 2 kg berhasil diungkap oleh tim IT Ditresnarkoba Polda Sulsel bersama Sat Res Narkoba Polres Pinrang," katanya.

Modusnya, barang haram ini berasal dari Malaysia masuk ke Sulsel melalui Kalimantan dan Sulawesi Tengah, untuk dikirim ke Kabupaten Pinrang melalui jalur darat. Rencananya, narkoba sebanyak 2 kg itu akan diedarkan di Kota Makassar.

"TKP ke-3 sabu-sabu seberat 500 gram dan dari hasil pengungkapan Resmob Polda Sulsel di Bandara Sultan Hasanuddin, dan TKP ke-4 sabu-sabu 610 gram hasil pengungkapan dari Satresnarkoba Polrestabes Makassar," tutupnya.

Loading...
Loading...