Kamis, 25 April 2019 11:36 WITA

Ukraina Kini Jadi Satu-satunya Negara di Luar Israel yang Dipimpin Yahudi

Editor: Suriawati
Ukraina Kini Jadi Satu-satunya Negara di Luar Israel yang Dipimpin Yahudi
Volodymyr Zelensky merayakan kemenangannya dalam pemilihan presiden Ukraina. (Getty Images)

RAKYATKU.COM - Ukraina sekarang menjadi satu-satunya negara di luar Israel yang diperintah oleh orang Yahudi.

Presiden yang baru terpilih, Volodymyr Zelensky adalah Yahudi. Begitupun dengan Perdana Menteri saat ini, Volodymyr Groysman. 

Ketika Zelensky mengumumkan niatnya untuk maju dalam pemilihan presiden Ukraina, rekan-rekannya yang juga berasal dari golongan Yahudi memusuhinya.

Alasannya, karena mereka khawatir jika langkahnya akan membangkitkan kembali ingatan menyakitkan tentang pogrom era tsar dan Holocaust.

"Mereka berkata: Dia seharusnya tidak maju karena kita akan memiliki pogrom lagi di sini dalam dua tahun jika terjadi kesalahan," kata Rabi Kaminezki, kepala rabi di Dnipro, ibukota wilayah Dnipropetrovsk Ukraina.

Namun rupanya, agama nyaris tidak muncul selama kampanye. Menurut Igor Shchupak, seorang sejarawan Holocaust di Dnipro, alasannya adalah bahwa penganiayaan terhadap orang Yahudi di masa lalu sebagian besar dilakukan ketika wilayah Ukraina berada di bawah kendali negara-negara asing, terutama Rusia dan Jerman, yang membuat kebijakan resmi anti-Semitisme.

Loading...

"Masa-masa pogrom telah berakhir," kata Rabi Shmuel Kaminezki. "Kami memiliki anti-Semit hari ini, tetapi kami tidak memiliki anti-Semitisme sebagai kebijakan negara," katanya.

Sebuah survei oleh Pew Research Center menemukan bahwa hanya 5 persen orang Ukraina yang disurvei tidak ingin menerima orang Yahudi sebagai warga negara, dibandingkan dengan 18 persen di Polandia, 22 persen di Rumania, dan 23 persen di Lithuania.

Ukraina sekarang memiliki komunitas Yahudi ketiga atau keempat terbesar di dunia, tetapi perkiraan ukurannya sangat bervariasi, berkisar antara 120.000 hingga 400.000 orang, tergantung pada siapa yang menghitung.

Dnipro, salah satu kota di Ukraina, yang dikenal sebagai Ekaterinoslav dari akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-20, dulunya adalah salah satu pusat kehidupan dan budaya Yahudi paling penting di dunia. Diperkirakan ada sekitar 35 persen populasi Yahudi di kota itu, dan memiliki hampir 50 sinagog.

Sekarang jumlahnya telah berkurang, menjadi hanya sekitar 8 persen dari populasi kota, yang berkisar 1 juta.

Tags
Loading...
Loading...