Kamis, 25 April 2019 00:01 WITA

Wali Kota Tasikmalaya Ditetapkan Tersangka, Ini yang Ditakuti Akbar Faizal

Editor: Abu Asyraf
Wali Kota Tasikmalaya Ditetapkan Tersangka, Ini yang Ditakuti Akbar Faizal
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman

RAKYATKU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman sebagai tersangka.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik KPK menggeledah ruang kerja Budi. KPK menyita sejumlah dokumen penting yang menjadi dasar penetapan tersangka.

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan penetapan tersangka terhadap Budi Budiman. Namun, dia belum mau membeberkan detail kasusnya.

"Jumat konpers," ujar Agus singkat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Budi Budiman diduga terlibat dalam pusaran praktik suap pengajuan Dana Alokasi Khusus Kota Tasikmalaya.

Sebelumnya, dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan Tahun Anggaran pada 14 Agustus 2018 lalu.

Budi Budiman kala itu diperiksa sebagai saksi atas tersangka mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan, Yaya Purnomo.

Yaya diduga menerima suap terkait upaya meloloskan dua proyek Dinas PUPR dan Dinas Perumahan, kawasan Permukiman dan Pertanahan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, agar masuk dalam APBNP 2018.

Loading...

Ketakutan Akbar Faizal

Anggota DPR RI asal Sulsel, Akbar Faizal mengaku selama 10 tahun terakhir tidak pernah tertarik mengurus anggaran ke dapilnya. Terutama anggaran berupa DAK, DAU, dan semacamnya.

Menurut Akbar, anggaran seperti itu selalu dimainkan calo dan cukong anggaran. Bila tidak hati-hati, anggota DPR RI yang ikut memperjuangkan anggaran tersebut bisa ikut terjerat.

"Itu satu hal yang tidak mau dan tidak pernah saya lakukan selama menjadi anggota DPR RI," kata Akbar.

Namun, tidak berarti dia tidak memperjuangkan anggaran untuk Sulsel. Politikus Partai NasDem itu mengaku lebih senang lewat undang-undang. Contohnya mendorong penerapan UU Desa secara maksimal untuk membangun perdesaan.


 

Loading...
Loading...