Rabu, 24 April 2019 23:30 WITA

Bila Prabowo-Sandi Menang, Jenderal Ini Disiapkan Jadi Panglima TNI

Editor: Abu Asyraf
Bila Prabowo-Sandi Menang, Jenderal Ini Disiapkan Jadi Panglima TNI
JS Prabowo bersama KSAD Jenderal Andika Perkasa. (FOTO: INSTAGRAM/JS PRABOWO)

RAKYATKU.COM - Mantan Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono diusulkan menjadi kepala Polri jika Prabowo-Sandi menang. Calon panglima TNI ternyata juga sudah disiapkan. Siapa dia?

Orang dekat Prabowo, Johannes Suryo (JS) Prabowo memberi sinyal pada peringatan HUT Kopassus, Rabu (24/4/2019). Dia mengunggah beberapa foto di akun Instagramnya.

Dalam salah satu foto, tampak Prabowo Subianto satu frame dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa.

"Panglima TNI dan calon Panglima TNI bersama calon Panglima Tertinggi TNI. Semua tinggal menunggu waktu saja..." tulis JS Prabowo sebagai pengantar foto tersebut.

Pada foto lainnya, tampak JS Prabowo selfie bersama Andika Perkasa. 

"Lebih baik pulang nama daripada gagal di medan laga, itu motto khas KOPASSUS. Motto ini sekarang menjadi spirit kita menegakkan kejujuran dan kebenaran. Terima kasih Kopassus...
TNI dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat," tulisnya.

Ada juga foto saat Jenderal Andika Perkasa memberi hormat kepada Prabowo Subianto. "Dihormati seperti di rumah sendiri. Ini terjadi karena ikatan emosional yang kuat dengan prajurit," tambah JS Prabowo.
 
Dia juga mengunggah foto dirinya bersama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Jenderal Andika Perkasa merupakan lulusan Akmil tahun 1987. Ia mengawali kariernya di Grup 2/Para Komando Kopassus. Ia kemudian juga sempat bertugas di satuan elite penanggulangan teror, Sat 81 Gultor Kopassus.

Andika juga pernah bertugas di Departemen Pertahanan pada 2001. Pria kelahiran Bandung, 21 Desember 1964, itu juga pernah berkarier di BAIS.

Loading...

Pada 2002, Andika diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus. Setelah beberapa kali pindah tugas, ia kemudian dipromosikan menjadi Komandan Rindam Jaya pada 2011. Lewat jabatan ini, Andika memperoleh kenaikan pangkat menjadi kolonel.

Lalu, pada pertengahan 2012, Andika diangkat menjadi Komandan Korem 023/Kawal Samudera di Sibolga. Belum ada setahun, ia lalu dipromosikan menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD, yang mengantarkannya meraih bintang satu di pundak alias pangkat brigadir jenderal.

Hanya sebelas bulan menjadi Kadispenad, Andika diangkat menjadi Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) pada Oktober 2014. Andika dipilih sendiri oleh Presiden Joko Widodo. Menantu eks Kepala BIN Hendropriyono ini pun mendapat kenaikan pangkat menjadi mayor jenderal.

Sekitar dua tahun menjadi Danpaspampres, Andika kemudian dipromosikan menjadi Pangdam XII/Tanjungpura pada Mei 2016. Karier Andika terus menanjak.

Pada 2018, Andika tiga kali mendapat promosi. Pada awal tahun ini, ia diangkat menjadi Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Dankodiklat) TNI AD. Jabatan ini mengantarkan Andika memperoleh bintang tiga atau letnan jenderal.

Pada bulan Juli, Andika kembali mendapat promosi. Ia diangkat menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad) menggantikan Letjen Agus Kriswanto, yang pensiun.

Baru lima bulan menjabat sebagai Pangkostrad, Andika kini menjabat sebagai pimpinan tertinggi TNI AD. Andika dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2018).

Andika dilantik menjadi KSAD menggantikan Jenderal Mulyono yang pada Januari 2019 akan memasuki masa pensiun. Menjadi KSAD, Andika langsung mendapat kenaikan pangkat menjadi bintang empat alias jenderal. Itu berarti, dalam satu tahun, Andika mendapat tiga kali promosi jabatan dan dua kali kenaikan pangkat.
 

Loading...
Loading...