Rabu, 24 April 2019 19:30 WITA

Sandiaga Tolak Mentah-mentah Utusan Jokowi, Ini Alasannya

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Sandiaga Tolak Mentah-mentah Utusan Jokowi, Ini Alasannya
Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto. Ist

RAKYATKU.COM - Cawapres 02, Sandiaga Uno mengaku sudah dihubungi utusan Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk meminta bertemu.

Namun Sandiaga menolak bertemu dengan utusan Jokowi. Pasangan Prabowo Subianto itu justru ingin bertemu langsung tanpa melalui perantara.

"Sudah ada (yang menghubungi), tapi saya bilang tidak ada gunanya melalui utusan, langsung saja bertemu. Nanti kita diinterpretasikan lain-lain kalau bertemu utusan," ujar Sandiaga, Rabu (24/4/2019).

Jokowi dan Ma'ruf sama-sama sudah menyatakan keinginannya bertemu dengan Prabowo-Sandiaga, pasca-unggul dalam Pilpres 2019 versi hitung cepat. 

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan disebut-sebut menjadi utusan Jokowi untuk bertemu dengan Prabowo. Namun rencana Luhut dan Prabowo bertemu tertunda lantaran Prabowo sempat tak enak badan.

Sandiaga menilai, ada baiknya pertemuan Jokowi dengan Prabowo tidak dilakukan lewat utusan. Ia mendukung rencana pertemuan dua capres itu.

Loading...

"Sebenarnya silaturahmi tuh baik. Tapi kalau misalnya ada pertemuan itu Pak Prabowo lah langsung ketemu dengan Pak Jokowi, itu jauh lebih baik. Karena utusan-utusan itu kan akhirnya nanti akan bisa.. Mereka berdua bersahabat dan kita semua memiliki hubungan yang baik," ucap Sandiaga, dikutip Detikcom.

"Alangkah baiknya kalau mereka berdua berjumpa dalam waktu yang tentunya tepat, dalam waktu strategis untuk menyampaikan pesan-pesan kepada bangsa bahwa pilpres sudah berlangsung dan tentunya kita ingin mengawal pemilu ini harus jujur-adil," sambungnya.

Sandiaga meminta apabila Jokowi-Ma'ruf benar-benar ingin bertemu dengannya dan Prabowo langsung saja direalisasi. Apalagi posisi mereka sama-sama berada di Ibu Kota.

"Untuk pertemuan itu saya meyakini tidak perlu ada perantara. Buat apa kirim utusan? Langsung bertemu aja dan dua-duanya ada di Jakarta," pungkasnya.

Loading...
Loading...