Selasa, 23 April 2019 16:32 WITA

"Siap 86, Jenderal," Yunarto Wijaya Resmi Laporkan Lima Akun ke Bareskrim

Editor: Abu Asyraf
Yunarto Wijaya

RAKYATKU.COM - Setelah Burhanuddin Muhtadi, hari ini, Selasa (23/4/2019) giliran Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya melapor ke Bareskrim Polri.

Laporan Yunarto terkait teror dan tudingan rekayasa hasil survei Pilpres 2019 dengan chat palsu. Setidaknya ada lima akun media sosial yang dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Yunarto menuturkan teror dan tersebarnya chat palsu berisi seolah-olah percakapan dirinya dengan seseorang yang disebut jenderal itu terjadi tiga hari sebelum hari pencoblosan atau 14 April 2019. 

Kasus itu sebenarnya sudah dilaporkan ke Bareskrim pada 15 April. Saat itu, nomor teleponnya disebar ke mana-mana. Dia juga diserang dengan beberapa tudingan terkait dengan chat palsu. 

"Seakan akan saya membuat survei, berkomunikasi dengan orang yang saya nggak ngerti maksudnya siapa, tapi ada kalimat 'Siap 86, jenderal. Sudah diamankan', sesuatu seperti itulah," ujar Yunarto di Bareskrim Polri, Selasa (23/4/2019).

Nama-nama akun yang dilaporkan Yunarto antara lain akun Twitter @silvy_Riau02, @sofia_ardani, @sarah ahmad, @rif_opposite dan akum Facebook Ahmad Mukti Tomo.

Charta Politika merilis hasil akhir quick count atau hitung cepat  Pilpres 2019 yang diadakan lembaga surveinya. Dari 99,85 persen data yang telah masuk ke Charta Politika, pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Loading...

Berdasarkan keterangan tertulis Charta Politika, Selasa (23/4/2019), 2000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 809.487 TPS mereka pilih secara acak sebagai sampelnya. 

Hingga saat ini, sudah 99,85% data telah masuk. Ada 1997 sampel TPS untuk Pilpres dan 1942 sampel TPS untuk Pileg sampai sejauh ini.

Metode penarikan sampel adalah stratified-cluster random sampling. Metode pengumpulan suara adalah melalui kerja 2 ribu relawan yang mengirim C1 ke pusat Charta Politika. Selanjutnya, data itu ditabulasi dan ditampilkan secara real time. 

Toleransi kesalahan (margin of error) sebesar kurang lebih 1%. Artinya, perolehan suara kandidat dari hasil quick count ini bisa bergeser ke atas atau ke bawah hingga 1%. 

Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf mendapat 54,66 persen dan Prabowo-Sandiaga mendapat 45,34 persen. 
 

Loading...
Loading...