Selasa, 23 April 2019 14:12 WITA

Pasangan Terkaya Denmark Kehilangan Tiga Anaknya dalam Serangan Bom Sri Lanka

Editor: Nur Hidayat Said
Pasangan Terkaya Denmark Kehilangan Tiga Anaknya dalam Serangan Bom Sri Lanka
Anders Povlsen dan istirnya Anne adalah keluarga pengusaha terkaya di Denmark. (Reuters: Ritzau Scanpix, Tariq Mikkel Khan)

RAKYATKU.COM, COPENHAGEN - Orang terkaya Denmark Anders Holch Povlsen memastikan tiga dari empat anaknya tewas dalam rangkaian serangan bom di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019).

Serangan terkoordinasi ke beberapa hotel mewah dan gereja di saat perayaan Paskah tersebut sejauh ini telah memakan korban 290 orang tewas dan mencederai hampir 500 orang.

Serangan ini dituduhkan dilakukan oleh kelompok militan lokal yang memiliki pertalian dengan kelompok asing.

Polisi mengatakan telah menangkap 24 orang, semuanya warga Sri Lanka, namun tidak memberikan rincian tambahan.

Menurut juru bicara perusahaan fashion milik Anders Povlsen, orang terkaya di Denmark tersebut bersama istrinya Anne Storm kehilangan tiga dari keempat anaknya dalam peristiwa ini, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Menurut laporan media Denmark, keluarga tersebut bersama dengan keempat anak mereka Alma, Astrid, Agnes dan Alfred sedang berlibur di Sri Lanka.

Namun ABC belum bisa mengukuhkan siapa saja dari keempat anak Povlsen yang tewas.

Povlsen adalah pemegang saham mayoritas perusahaan penjual pakaian online ASOS, dan pemilik perusahaan fashion Bestseller, yang memiliki merek dagang antara lain Vero Moda dan Jack & Jones.

Menurut majalah bisnis Forbes, Povlsen memiliki lahan sekitar 1 persen dari luas wilayah Skotlandia, dan memiliki kekayaan bersih sekitar $ AUD 11 miliar atau sekitar Rp110 triliun.

Loading...

Putrinya Alma memasang foto mereka bertiga di Sri Lanka di akun Instagram-nya lima hari lalu, dan ucapan bela sungkawa sudah bermunculan sejak terjadinya serangan.

Ratusan orang mengucapkan belasungkawa, salah satunya mengatakan "Ikut berduka atas apa yang terjadi dengan keluargamu, kata-kata saja tidak cukup untuk menggambarkanya."

Berbagai komentar di foto Instagram tersebut sepertinya menunjukkan bahwa dia selamat.

Pemerintah Sri Lanka mengatakan sejauh ini ada 32 warga asing yang menjadi korban, termasuk warga Inggris, Amerika Serikat, Turki, India, China, Belanda dan Portugis, namun sebagian besar yang tewas dan terluka adalah warga Sri Lanka sendiri.

Di antara 8 warga Inggris yang meninggal, ada seorang pengacara Anita Nicholson bersama dua anaknya Alex (14 tahun) dan Annabel (11 tahun). Hal itu disampaikan suaminya Ben Nicholson. Ketiganya tewas dalam serangan bom di Hotel Shangri-La.

Seorang wanita Australia Manik Suriaaratchi dan putrinya yang berusia 10 tahun Alexenderia juga tewas, dan juga chef terkenal Sri Lanka Shantha Mayadunne, yang tewas di Shangri-La.

Sumber: ABC

Loading...
Loading...