Senin, 22 April 2019 15:01 WITA

Adu Data BPN-TKN terkait Hasil Pilpres, Pembohong Asli Bisa Diketahui di Sini

Editor: Abu Asyraf
Adu Data BPN-TKN terkait Hasil Pilpres, Pembohong Asli Bisa Diketahui di Sini
Joko Widodo dan Prabowo Subianto

RAKYATKU.COM - Dua kubu pasangan capres-cawapres saling klaim data. Masing-masing menuduh lawannya berbohong terkait klaim menang.

Saat mendeklarasikan kemenangan di kediamannya, Jumat (19/4/2019), capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut sejumlah lembaga survei berbohong. Dia menanggapi hasil quick count atau hitung cepat yang memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sejumlah lembaga survei mempublikasikan hasil hitung cepat dengan rata-rata memenangkan Jokowi-Ma'ruf 55 persen. Sementara pasangan Prabowo-Sandi hanya sekitar 45 persen.

"Hai tukang bohong, tukang bohong. Rakyat tidak percaya sama kalian. Mungkin kalian harus pindah ke negara lain. Mungkin kalau bisa pindah ke Antartika. Kalian tukang bohong, kau bisa bohongin penguin di Antartika. Lembaga survei tukang bohong, rakyat Indonesia tidak mau dengar kamu lagi," ujar Prabowo lantang.

Kubu BPN Prabowo-Sandi menduga publikasi hasil hitung cepat itu bagian dari skenario post truth. Lembaga survei yang selama terbukti akurat diduga dipakai untuk membuat opini publik bahwa pasangan Jokowi-Ma'ruf menang.

Tuduhan itu didasarkan pada banyaknya lembaga survei yang "diborong" pasangan Jokowi-Ma'ruf. Mereka selama ini aktif mempublikasikan hasil survei yang semuanya mengunggulkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 tersebut.

Tak hanya itu, petahana juga menguasai sebagian besar media massa besar, termasuk stasiun televisi. Dalam teorinya, semua itu merupakan senjata untuk memainkan post truth.

Itu sebabnya Prabowo tidak percaya dirinya dan Sandiaga kalah pada Pilpres 2019. Apalagi, data yang diperoleh menunjukkan pasangan ini menang di sebagian besar provinsi di Indonesia. Prabowo mengklaim unggul 62 persen.

Loading...

Terpisah, TKN Jokowi-Ma'ruf Amin meragukan klaim kemenangan Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 62 persen. Mereka curiga data yang dimasukkan kubu Prabowo hanya sebagian dari hasil penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS). 

Lukman Edy dari TKN mengatakan pihaknya menemukan mekanisme penghitungan suara di Lampung dan DKI Jakarta dari kubu Prabowo. Menurutnya, data yang diambil kubu Prabowo hanya dari beberapa penghitungan suara di TPS. 

Dia mengatakan TKN mengupas klaim kemenangan Prabowo yang pada angka 59,09 persen. Setelah dianalisis TKN, kubu 02 hanya memasukkan data dari 30 TPS di Lampung. 

"Kami kupas yang klaim 62 persen, di sana ternyata kami dibuat 40,91 persen, menang 02, sebesar 59,09 persen. Ternyata, setelah kami lihat, bohong, dia hanya memasukkan 30 TPS di Lampung," ujar wakil direktur Direktorat Saksi TKN itu.

Siapa yang sebenarnya berbohong? Jawabannya akan ketahuan dalam proses rekapitulasi suara yang sementara ini sedang berlangsung. Setidaknya pada 12 Mei 2019, usai rekapitulasi suara tingkat provinsi.

Penetapan pemenang capres-cawapres dijadwalkan berlangsung 22 Mei 2019. Namun, setelah rekap di tingkat provinsi, akumulasi suara sudah bisa dihitung secara lebih mudah.
 

Loading...
Loading...