Senin, 22 April 2019 11:36 WITA

Video tentang Post Truth Viral, Ini Pembelaan Burhanuddin Muhtadi

Editor: Abu Asyraf
Video tentang Post Truth Viral, Ini Pembelaan Burhanuddin Muhtadi
Burhanuddin Muhtadi

RAKYATKU.COM - Sebuah video tentang ceramah Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mendadak viral di media sosial. Dia berbicara tentang post truth dalam kontestasi politik.

Dalam talkshow bertajuk "Tahap Akhir Mengamankan Suara" itu, Burhanuddin Muhtadi menjadi narasumber bersama pakar komunikasi Rhenald Kasali dan mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi.

Berbicara di depan tim pemenangan pasangan 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu, Burhanuddin mencontohkan efektifnya post truth dalam memenangkan Donald Trump.

Video ini langsung jadi viral di media sosial dengan bumbu aneka ragam. Salah seorang warganet menyebut Indikator dibayar Rp450 miliar pada Pilpres 2019. Tudingan ini membuat Burhanuddin tak kuasa menahan kesabarannya.

"Ada yang tahu siapa yang pertama kali menyebarkan hoaks yang viral ini? Saya akan laporkan ke polisi segera," cuit Burhanuddin Muhtadi di akun Twitternya seperti dilihat Rakyatku.com, Senin (22/4/2019). 

"Diskusi ini sudah agak lama. Saya menjelaskan post truth yang menyebabkan elektabilitas Jokowi sulit mencapai 60 persen. Justru saya dituduh pakai post truth dengan memanipulasi quick count," lanjutnya.

Loading...

Menurut Burhanuddin, awalnya dia cuek dengan postingan tersebut. Namun, semakin lama makin keterlaluan. "Sekali-kali saya kasih pelajaran," kata doktor alumni Departement of Political and Social Change, Australian National University (ANU) ini.

Burhanuddin menjelaskan, tidak ada yang salah dalam paparan yang disampaikan dalam video tersebut. Hal yang sama dia sampaikan pada acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tentang elektabilitas dan post-truth. 

Makanya, Burhanuddin mengaku segera melaporkan pengunggah video itu pertama kali. 

"Besok habis ngajar saya akan ke Reskrim. Akun yang bilang saya menerima Rp450 miliar juga mau saya laporin sekalian," katanya.


 

Loading...
Loading...