Minggu, 21 April 2019 23:16 WITA

Pemungutan Suara Ulang di Sulsel Digelar Paling Lambat 27 April

Penulis: Rizal
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pemungutan Suara Ulang di Sulsel Digelar Paling Lambat 27 April
Petugas KPPS di Kota Makassar saat akan melakukan penghitungan suara Pemilu 2019 pada 17 April lalu.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Sulawesi Selatan dipastikan akan menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019.

Merujuk pada Undang-Undang Pemilu, PSU tersebut harus digelar paling lambat 10 hari setelah pemungutan suara, dalam hal ini 10 hari pasca 17 April kemarin.

"Aturan normanya paling lambat 10 hari setelah hari pemungutan suara 17 April kemarin. Jadi paling lambat 27 April," ungkap Komisioner Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, kepada Rakyatku.com melalui aplikasi pesan, Minggu (21/4/2019).

Bawaslu Sulsel sendiri sampai hari ini telah merekomendasikan 46 TPS di Sulsel untuk dilakukan PSU. TPS tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota di Sulsel.

Loading...

Menurut Saiful, penyebab utama TPS tersebut direkomendasikan untuk PSU karena adanya pemilih yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) namun ikut menyalurkan hak pilihnya di TPS bersangkutan.

"Penyebab utama direkomendasikannya PSU oleh Panwascam setempat, karena ada pemilih yang tidak terdaftar di DPT atau DPTb, tidak memiliki e-KTP setempat  atau tidak memiliki Suket telah melakukan perekaman sesuai domisili TPS, namun ikut menyalurkan suaranya (memilih) pada pelaksanaan Pemilu 17 April di TPS tersebut. Karena mereka tidak ber e-KTP setempat, maka semestinya dia tidak bisa memilih sebagai DPK ataupun DPTb.
Dengan demikian, surat suara yang digunakan tidak sah sehingga direkomendasikan untuk PSU," beber Saiful.

Tak menutup kemungkinan, kata Saiful, jumlah TPS yang direkomendasikan untuk PSU di Sulsel tersebut akan bertambah. Semuanya tergantung kajian Panwascam setempat.

Loading...
Loading...