Minggu, 21 April 2019 10:56 WITA

Moeldoko Ancam Penghasut Massa, BPN: Tidak Usah Parno

Editor: Abu Asyraf
Moeldoko Ancam Penghasut Massa, BPN: Tidak Usah Parno
Mardani Ali Sera (kanan) bersama Sandiaga Uno dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) mengancam orang-orang yang menggerakkan massa pasca pemilu. Ancaman itu ditanggapi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Dalam keterangan tertulisnya, Moeldoko menyebut ada pihak-pihak yang ingin memanaskan suasana dengan mengancam melakukan people power atau gerakan massa terkait pemilu 2019. 

Dia menegaskan, siapapun yang bertindak inkonstitusional akan berhadapan dengan hukum.

"Mau pamer sejuta atau dua juta orang, itu tidak mewakili 192 juta orang yang punya hak pilih," kata Moeldoko, Sabtu (20/4/2019).

Mantan panglima TNI itu meminta seluruh pihak menahan diri menanti hasil resmi dari KPU yang diakui secara konstitusi.

Dia mengingatkan aturan dalam pasal 160 KUHP. Jika ada yang berusaha menghasut di muka umum dengan lisan maupun tulisan untuk tidak menuruti ketentuan undang-undang, diancam pidana hingga enam tahun penjara. 

Loading...

"Saya ulang ya, tindakan tegas kepada siapapun!" tegas Moeldoko.

Menanggapi ancaman itu, Wakil Ketua BPN Mardani Ali Sera mengatakan hak menyatakan pendapat dijamin undang-undang. Kalaupun ada unjuk rasa, dia memastikan akan tetap sesuai aturan yang berlaku.

"Tidak usah pemerintah parno (paranoid). Kalau mau ada menyatakan pendapat sudah ada jalur izin dan prosedurnya. Pemilu sudah selesai. Semua fokus kawal suara di kecamatan. Kalau ada yang mau menyatakan pendapat dijaga saja dengan baik-baik," ujar wakil ketua Komisi II DPR itu.

Dia juga memastikan Prabowo Subianto selalu taat pada konstitusi. Namun, tidak berarti hak bicara masyarakat dibungkam.

Loading...
Loading...