Minggu, 21 April 2019 10:04 WITA

Tak Hanya KPPS, 14 Anggota Panwaslu Juga Meninggal dalam Pemilu

Editor: Abu Asyraf
Tak Hanya KPPS, 14 Anggota Panwaslu Juga Meninggal dalam Pemilu
Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin

RAKYATKU.COM - Pemilu 2019 yang digelar bersamaan antara pilpres dan pileg layak dievaluasi. Event lima tahunan ini sudah banyak memakan korban. Termasuk 14 orang dari jajaran pengawas pemilu.

Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin mengatakan total ada 325 orang pengawas pemilu yang sakit. Ada yang mengalami kekerasan, ada pula yang meninggal dunia saat pelaksanaan Pemilu.

Berdasarkan data Bawaslu, petugas yang mengalami kecelakaan, kekerasan hingga meninggal dunia ini terdapat di beberapa provinsi hingga kabupaten/kota. 

Jumlah terbesar terdapat pada petugas yang mengalami rawat jalan dengan jumlah 137 orang, rawat inap 85 orang dan kecelakaan 74 orang.

Afif menyebut pihaknya ikut berduka terkait banyaknya petugas pengawas yang sakit hingga meninggal. Menurutnya, para petugas telah berjuang sebagai pengawas demokrasi. 

"Penghargaan dan doa terbaik buat para pengawas pejuang demokrasi," kata Afif seperti dikutip dari Detikcom, Minggu (21/4/2019).

loading...

Salah seorang yang meninggal adalah Iwan Hermawan (55). Dia salah seorang petugas pengawas TPS. Iwan sempat bertugas mengawas di TPS 08 Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka.

"Kami mendapatkan kabar beliau meninggal pada Kamis (18/4) pukul 04.00 dini hari," kata Koordinator Pengawasan dan Humas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung, Hedi Ardia seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Diungkapkan Hedi, kronologi meninggalnya Iwan saat setelah yang bersangkutan mengawal proses pungut hitung suara, rekap dan pengembalian logistik ke PPS. 

"Yang bersangkutan setelah menyelesaikan laporan, pulang ke rumah pukul satu dini hari. Sesampainya di rumah beliau merasa sesak," ujar Hedi.
 

Loading...
Loading...