Sabtu, 20 April 2019 19:54 WITA

Petugas PPS Bobol Kotak Suara, Ternyata Perintah dari Sini

Editor: Abu Asyraf
Petugas PPS Bobol Kotak Suara, Ternyata Perintah dari Sini
Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah nekat membobol kotak suara.

RAKYATKU.COM - Di tengah maraknya kecurangan hasil Pemilu 2019, Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah nekat membobol kotak suara.

Namun, aksi tersebut dipergoki salah seorang saksi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kejadiannya Jumat malam (19/4/2019). Dua petugas PPS membongkar kotak suara dalam ruang penyimpanan.

Saksi asal PKS itu sedang mengikuti rekapitulasi tingkat kecamatan. Melihat ada yang membuka kotak suara, saksi tersebut mengejar pelaku. Namun, pelaku kabur menggunakan mobil.

Kedua pelaku yakni Ketua PPS Desa Sidabowa berinisial EL dan anggotanya berinisial TS. Aksi keduanya langsung dilaporkan kepada PPK Patikraja. PPK lalu menelepon kedua pelaku dan diminta mengembalikan data yang diambil.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banyumas, Saleh Darmawan menjelaskan, pelaku mengaku mengambil data dalam kotak suara ingin melakukan sinkronisasi perolehan perhitungan suara yang nantinya akan diinput ke aplikasi.

Loading...

Dari telepon seluler milik EL, ditemukan percakapan dengan ketua PPK Patikraja melalui WhatsApp Grup. Dalam percakapan tersebut, Ketua PPK Patikraja menginginkan untuk mempercepat proses dan segera melakukan sinkronisasi. 

Tak hanya itu, bahkan ketua PPK Patikraja juga mengatakan bila perlu membuka kotak suara dan merapat ke gudang Balai Desa Notog, tempat di mana kotak suara itu disimpan.

Bawaslu Banyumas mengamankan sejumlah barang bukti untuk didalami lebih lanjut. Barang-barang yang diamankan adalah 2 buah ponsel, sampul salinan C1 dari 21 kotak suara yang dibobol, mobil carry pickup yang digunakan pelaku, gunting, dan sampul yang berisi C1, C2, dan C5.

Bawaslu Banyumas mengungkapkan bahka kotak suara hanya bisa dibuka ketika terjadi selisih suara saat rekapitulasi berlangsung. Pihaknya menyayangkan adanya oknum dari PPS yang melakukan aksi ini. 

Loading...
Loading...