Sabtu, 20 April 2019 17:32 WITA

Kepergok Bareng Istri Orang di Kebun Pisang Malam-Malam, Pria Takalar Ini Tewas Tragis

Penulis: Ahmad Amiruddin
Editor: Abu Asyraf
Kepergok Bareng Istri Orang di Kebun Pisang Malam-Malam, Pria Takalar Ini Tewas Tragis
Korban penikaman di Takalar.

RAKYATKU.COM,TAKALAR - Seorang warga Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan, Takalar, tewas tragis pada Jumat malam (19/4/2019).

Pria bernama KSM Daeng Kaseng (43) itu ditikam setelah kepergok bermesum dengan istri orang. Dia melakukannya di kebun pisang di sela-sela hiburan masuk elekton pada hajatan warga.

Pelaku penikaman, MDR Daeng Rapi (37). Dia warga Dusun Kasuarrang, Desa Sawakong.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Takalar AKP Muhammad Warpa menceritakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 wita. Korban tewas di lokasi kejadian. Namun, jenazahnya sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Padjonga Dg Ngalle untuk divisum.

"Sementara pelaku sudah menyerahkan diri pada malam itu juga," kata Warpa, Sabtu (20/4/2019).

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kata Warpa, beberapa personel diturunkan di TKP mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap keluarga korban.

"Kami menenangkan keluarga korban dan mengimbau keluarga korban untuk tidak bertindak yang bisa merugikan diri sendiri karena kasus tersebut sudah ditangani kepolisian," tambah Warpa.

Loading...

Dari keterangan pelaku, sambung Warpa, sekitar pukul 21.00 pelaku MDR mencari istrinya TN yang masih nonton musik electon di pesta depan rumahnya. 

Setengah jam kemudian, pelaku kembali mencari istrinya, tetapi sudah tidak berada di lokasi pesta. Pelaku yang sudah menaruh curiga, kemudian mengambil sebilah badik lalu mencari istrinya di kebun pisang sekitar 100 meter dari rumahnya.

Saat dipergoki suami selingkuhannya, korban sempat melarikan diri namun dikejar pelaku. Korban mendapatkan dua kali tikaman tepat di dada sebelah kiri dan perut.

Kini pelaku dan istri beserta barang bukti badik yang digunakannya sudah diamankan di Mapolres Takalar guna proses hukum lebih lanjut.


 

Loading...
Loading...