Sabtu, 20 April 2019 17:20 WITA

"Kamu Curang Main Kartu," Wahyudi Serang Petruk Pakai Badik, Tapi Senjata Makan Tuan

Editor: Aswad Syam
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, SAMARINDA - Fitran alias Petruk (34), pasrah dibawa petugas dari Polsek Samarinda Seberang.

Dia ditangkap setelah menikam rekannya hingga tewas, saat bermain kartu, Kamis, 18 April 2019 lalu.

Waktu itu, sekitar pukul 11.00 Wita, di Jl Cipto Mangunkusumo, Sengkotek, Samarinda, tengah pelaku dan korban, Wahyudi (27), tengah asyik main kartu.

Tiba-tiba... "Kau curang. Aish...Petruk curang," teriaknya.

Petruk tentu saja membantah dirinya dikatakan curang. Namun untuk menghindari cekcok, dia memilih balik badan dan melangkah pulang.

Tiba-tiba, Wahyudi mencabut badik dan menyerangnya. Petruk yang memiliki ilmu bela diri Taekwondo, berhasil menghindari serangan-serangan Wahyudi.

Loading...

Karena terus diserang, Petruk akhirnya berhasil merebut badik dari tangan Wahyudi, lalu menusukkan ke rekannya tersebut.

Ada enam tusukan, dua di dada kiri, satu di bawah ketiak, dua di lengan kiri, serta satu di belakang paha kanan.

"Korban awalnya menyerang membabi buta. Pelaku emosi dan badik milik korban direbut. Dia lalu menikam korban enam kali," ujar Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Suko Widodo, sebagaimana dilansir dari Korankaltim, Sabtu, (20/4/2019).

Karena panik, pelaku melarikan diri dengan perahu ke Sungai Mahakam, lalu ditambatkan di pinggir sungai dan kabur ke Sangatta.

Korban sempat dilarikan ke RS IA Moeis. Sekitar pukul 23.00 Wita, korban mengembuskan napas terakhir akibat kehabisan darah.

Loading...
Loading...