Sabtu, 20 April 2019 12:57 WITA

Ternyata Bu Dosen Bunuh Caleg Sragen karena Tak Kunjung Dinikahi

Editor: Aswad Syam
Ternyata Bu Dosen Bunuh Caleg Sragen karena Tak Kunjung Dinikahi
Mendiang Sugimin semasa hidup.

RAKYATKU.COM, SRAGEN - Sugimin (51), tewas di pinggir jalan di wilayah Kabupaten Wonogiri, Jateng, pada Selasa (16/4/2019). 

Saat tewas, dia masih mengenakan kemeja Golkar. Sugimin memang caleg petahana dari partai beringin rimbun itu di Sragen. Saat ini duduk di Komisi III DPRD Sragen periode 2014-2019.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Aditya menyebutkan, hasil autopsi beberapa organ dalam korban menunjukkan tewas diracun.

Polisi kemudian mengamankan N (41), seorang dosen di perguruan tinggi swasta di Kediri. Dia adalah orang terakhir yang bersama dengan korban.

Keduanya diduga punya hubungan khusus dengan korban.

Wanita yang juga memiliki usaha konveksi itu, telah berada di Wonogiri bersama korban sejak 11 April 2019, atau sekitar lima hari sebelum pembunuhan.

"Informasi yang kami dapat, N merupakan wanita yang telah berkeluarga dan memiliki seorang anak. Sehari-hari dia berprofesi sebagai dosen dan usaha konveksi," ungkap Wakapolres Wonogiri, Kompol Aidil Fitri Syah sebagaimana dilansir dari RMOL.

N mengaku sakit hati terhadap korban, setelah dia dipaksa mencari pinjaman Rp750 juta untuk ongkos caleg korban. Jika tidak, korban kata N mengancam akan menculik anak korban.

Loading...

N kemudian membeli racun tikus dan mengepaknya model kapsul. Dia lalu memberikan kepada korban, seolah-olah itu adalah obat diare yang dia beli di apotek.

Namun selain alasan itu, ternyata pelaku juga kesal karena tak kunjung dinikahi korban.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri menyebutkan, korban dan pelaku sudah menjalin hubungan selama dua tahun. "N itu juga seorang pengusaha konveksi. Ada kedekatan dengan korban sekitar dua tahun lebih," ujar dia.

Dilansir dari Tribunnews, di depan penyidik, N menyatakan korban menjanjikan akan menikahinya secara resmi.

Pasalnya baik N maupun korban sama-sama sudah memiliki pasangan resmi. Namun, janji korban tidak pernah terwujud.

Malah korban terus mendesak pelaku untuk menyediakan uang Rp750 juta, guna membiayai pencalegan korban. Jika tidak, pelaku mengaku korban mengancam akan menculik anaknya.

Korban kemudian membeli obat diare kapsul di apotek, lalu mencampurnya dengan racun tikus. Setelah itu, dia memberikan kepada korban. Pelaku sempat membawa korban keliling kota sambil menunggu racun bekerja, sebelum kemudian melarikan ke rumah sakit. Namun korban tewas di pinggir jalan.

Loading...
Loading...