Sabtu, 20 April 2019 10:17 WITA

Fakta-fakta Pembunuhan Janda Cantik Rosalina Kumala Sari

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Fakta-fakta Pembunuhan Janda Cantik Rosalina Kumala Sari
Rosalina Kumala Sari. Ist

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Rosalina Kumala Sari (18) tewas ditangan muncikarinya Indra Anugrah Saputra. Janda cantik itu ditemukan tewas di Hotel Benhil, Jalan Toddopuli Raya dengan luka 30 tusukan, pada Kamis, 11 April 2019 lalu.

Indra nekat menghabisi nyawa korban lantaran kesal dimaki-maki saat bertemu di kamar hotel. Keduanya sempat cekcok hingga pelaku mencabut belatinya lalu menikam korban hingga tewas.

Berikut fakta-fakta pembunuhan Rosalani yang berhasil dirangkum Rakyatku:

1. Indra Dihadiahi 6 Peluru Saat Ditangkap

Berakhir sudah pelarian Indra Anugrah Saputra. Sepekan melarikan diri usai menghabisi nyawa Rosalina Kumala Sari, pria berusia 20 tahun itu, di Jalan  Jalan Barukang, pada Jumat (19/4/2019) dini hari.

Saat hendak diamankan, pria asal Nipa-nipa itu, mencoba hendak melawan. Petugas kemudian menghadiahi 6 peluru. Empat peluru bersarang di betis kanan, dua lainnya di kaki kiri.

"Saat dilakukan pengembangan kasus mencari barang bukti pelaku berusaha melarikan diri dan melawan anggota, hingga dilakukan tindakan tegas dan terukur," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indriatmoko.

2. Pembunuh Rosalina Terendus Usai Posting Ponsel Korban

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan pelaku berawal saat petugas mendapatkan informasi bahwa pelaku menjual motor dan HP korban merk Oppo F5 di grup Facebook.

Dalam postingannya, pelaku juga menjual motor milik korban. Saat menjual, pelaku menggunakan akun Ndraa yang dengan menulis alamat Jalan Barukang.

Tidak butuh waktu lama, petugas yang mengetahui hal tersebut langsung melakukan penggerebekan. Hasilnya, pelaku bersama barang bukti diamankan polisi.

3. Pelaku Dikenali dari Tato Berlian di Betis Kanan

Indratmoko mengatakan, tato berlian itulah yang jadi patokan pihak kepolisian. Pasalnya, wajah pelaku muka pasaran. 

Indratmoko bilang, ada 5 pria yang diidentifikasi sebelumnya karena memiliki wajah yang mirip dengan pelaku. Namun mereka dilepas, karena tak memiliki tato di betis kanan.

Petugas langsung memeriksa kaki kanannya. Benar. Ada tato berlian. Tato yang sama di kaki pria berhelm yang terekam CCTV keluar dari Hotel Benhil pada hari pembunuhan Rosalina.

4. Motif pembunuhan Rosalina

Menurut Indratmoko, pelaku membunuh korban lantaran geram saat dimaki-maki oleh korban.  "Pelaku tersinggung dibilangi 'sundala'," ungkap bebernya.

5. Rosalina dibooking Rp700 ribu

Sebelum kejadian itu, pelaku Indra awalnya menghubungi korban bahwa akan membooking korban dengan nilai Rp 700 ribu.

Pelaku yang berperan sebagai muncikari ini juga berjanji akan datang bersama temannya yang hendak menggunakan jasa korban. Namun tiba-tiba, teman pelaku membatalkan bookingan tersebut.

Loading...

Ucapan "sund*la" kemudian terlontar dari mulut Rosalina.

6. Pelaku Ternyata Ternyata Muncikari

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indriatmoko mengatakan, Indra merupakan muncikari yang mencari pelanggan untuk korban.

"Yup. Tersangka sebagai broker (muncikari) korban," ungkap Indratmoko.

7. Usai Bunuh Korban, Pelaku Buang Pakaiannya ke Sungai Jeneberang

Indratmoko mengatakan, setelah menghabisi Rosalina, pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan membuang pakaiannya ke sungai.

"Kita masih mencari pakaian yang digunakan saat melakukan aksinya, karena sempat dibuang ke Sungai Jeneberang," ucapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Indratmoko, pihaknya juga masih mencari helm yang digunakan pelaku saat keluar dari Hotel Benhil. Pelaku memang sempat terekam kamera CCTV. "Jaket dan helmnya juga kita masih cari," bebernya.

8. Pelaku Bantah Setubuhi Rosalina

Dengan wajah memelas, Indra Anugrah Saputra (20) merengek minta makan kepada petugas di atas mobil bak terbuka. Kedua kakinya terbalut perban putih tebal. Ada warna merah memenuhi perban.

Dalam video yang viral di media sosial itu, terdengar petugas bertanya dengan garang. Pembunuh Rosalina itu pun, hanya menjawab lemah.

"Kau bunuh orang to? Berapa kali kau tusuk?" tanya seorang petugas dengan nada tinggi. "Tidak kutahuki pak, kulupami," jawab Indra dengan nada lemah.

Petugas terus bertanya dengan nada keras. Termasuk soal apakah pelaku bersetubuh dengan korban sebelum membunuhnya. 

"Kau 'naiki' dulu orang baru kau bunuh to?" tanya petugas. "Tidak pak, kudorongji," ujar Indra.

"Bohongko kau. Ada kondom di situ," kejar petugas lagi. "Tidak pak," ujar Indra lagi.

9. Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Akibat perbuatannya, Indra akan disangkakan pasal pembunuhan dan pasal pencurian disertai kekerasan.

"Ada dua, pasal 338 (KUHP) terkait pembunuhan dan pasal 365 ayat 3 (KUHP) terkait pencurian disertai kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman sekitar 15 tahun penjara," beber Indratmoko.

Loading...
Loading...