Jumat, 19 April 2019 19:52 WITA

Jenderal Polisi Meninggal saat Patroli Keamanan Pemilu di Pulau Kelor, Begini Kronologinya

Editor: Abu Asyraf
Jenderal Polisi Meninggal saat Patroli Keamanan Pemilu di Pulau Kelor, Begini Kronologinya
Brigjen Syaiful Zachri semasa hidup

RAKYATKU.COM - Pemilu 2019 kembali memakan korban. Kali ini, seorang jenderal polisi, Brigjen Syaiful Zachri. Dia mengembuskan napas terakhir saat menjalankan tugas pengamanan, Jumat (19/4/2019).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Syaiful Zachri meninggal akibat serangan jantung. Jenderal bintang satu itu sempat dilarikan ke RS Siloam Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Zachri adalah Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri. Akpol angkatan 1987 itu pernah menjabat sebagai kepala Polda Bangka Belitung. Dia berada di NTT sejak Kamis (18/4/2019) sebagai perwira penanggung jawab pemilu di NTT.

Dedi Prasetyo menjelaskan, Syaiful Zachri gugur dalam tugas. Kebetulan dia adalah ketua tim asistensi Operasi Mantap Brata untuk wilayah Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Syaiful berangkat dari Pelabuhan Pelni ke Pulau Rinca pada Jumat pagi (19/4/2019) pukul 06.30 wita. Dia bersama AKBP Fery Boedianto, Pamen Roops Polda NTT Kompol Jamaludin, Kasat Sabhara Polres Manggarai Barat Iptu Markus Malik, Brigpol Dewa Citra Widana dan Brigpol Bayu anggota Satlantas Polres Manggarai Barat.

Sesampainya di Pulau Rinca pada pukul 08.00 WIB, Syaiful melakukan tracking. Selanjutnya, pada pukul 10.00, rombongan dari Rinca, Syaiful meminta ke Pulau Padar. Namun, dikarenakan BBM tidak cukup, maka rombongan memutuskan untuk kembali ke Labuan Bajo. 

Pada pukul 10.30, rombongan tiba di Kelor. Sesampainya di bibir pantai Pulau Kelor, Syaiful turun duluan dan diikuti yang lain. Selanjutnya rombongan mendaki menuju puncak bukit di Pulau Kelor. Rombongan sempat beristirahat sekali lalu melanjutkan perjalanan.

Loading...

Saat rombongan turun dari bukit, Syaiful sempat beristirahat sejenak sambil menggosok dada dan meminum air selama 20 menit. Saat hendak kembali menuju pantai, Syaiful mengeluh sesak napas.

Kasat Sabhara Iptu Markus Malik membantuk dengan menyemprotkan ventolin, obat untuk membuka saluran napas di paru-paru. Namun, Syaiful mengaku tetap pusing dan sakit dada.

Anggota rombongan lalu membawa Syaiful ke RS Siloam pada pukul 11.30 WIB. Sepuluh menit kemudian, dia dinyatakan sudah meninggal dunia.

Jenazah telah diberangkatkan ke Jakarta pada pukul 13.57 WITA dengan menggunakan pesawat Batik Air dari Bandara Komodo, Labuan Bajo. Jenazah didampingi langsung oleh Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono, bersama Pamen Roops Polda NTT Kompol Jamaludin.


 

Loading...
Loading...