Jumat, 19 April 2019 17:22 WITA

Emosi Salah Pilih Partai saat Pemilu, Pria Ini Potong Jari

Editor: Nur Hidayat Said
Emosi Salah Pilih Partai saat Pemilu, Pria Ini Potong Jari
Pawan Kumar. (Foto: BBC)

RAKYATKU.COM - Seorang pria di Lok Sabha, India, kesal bukan main saat menyadari dirinya telah salah memilih partai saat memberikan suara pada pemilihan umum (Pemilu). 

Akibat luapan emosinya, pria itu kemudian memutuskan melakukan potong jari tangannya dan harus dirujuk ke rumah sakit. 

Pria itu bernama Pawan Kumar. Awalnya dia datang dengan pilihan yang sudah dia siapkan sebelumnya dalam Pemilu yang berlangsung Kamis (18/4/2019) waktu setempat di Uttar Pradesh. 

Dikutip India Today Jumat (19/4/2019), Kumar sudah menjatuhkan pilihan kepada Bahujan Samaj Party (BSP) yang mengusung kandidat bernama Yogesh Sharma. 

Akan tetapi, di mesin voting, Kumar mengalami kebingungan. Itu karena setiap partai mempunyai simbol yang hampir sama. 
Akhirnya dia mencoba memilih partai yang dirasa tepat. 
Kemudian sebagai tanda sudah memberikan suara, jari setiap pemilih bakal dicelupkan ke tinta. Pada saat itulah Kumar langsung menyadari telah membuat kesalahan besar. 

Bukannya memilih BSP, Kumar malah memberikan suaranya kepada Bharatiya Janata Party (BJP). Kumar frustrasi dan tidak bisa mengendalikan emosi. 

Loading...

Dikutip BBC, dia kemudian memutuskan memotong jarinya. Sempat dirujuk ke rumah sakit, dia langsung diizinkan pulang setelah jarinya diperban. 

"Saya ingin memilih gajah. Namun saya malah memilih bunga," keluh dia. Gajah merupakan simbol BSP dengan bunga merupakan tanda yang menunjukkan BJP. 

Simbol partai memainkan peranan besar bagi sejumlah daerah di India dengan tingkat literasi rendah untuk memudahkan para pemilih. 

Kumar merupakan pemilih yang berasal dari kalangan Dalit (berarti Tak Dapat Disentuh) atau kasta terendah di India. 
Kasta itu merupakan lumbung suara bagi BSP.

Pemilu di India terbagi dalam tujuh tahap dan diikuti oleh 900 juta pemilih terdaftar. Menjadikannya hajatan politik terbesar yang pernah terjadi di dunia.

Loading...
Loading...