Jumat, 19 April 2019 17:00 WITA

Berdasar Data C1, Iqbal Parewangi Berpeluang Jadi Pimpinan DPD

Editor: Abu Asyraf
Berdasar Data C1, Iqbal Parewangi Berpeluang Jadi Pimpinan DPD
AM Iqbal Parewangi

RAKYATKU.COM - Calon senator petahana, AM Iqbal Parewangi berpeluang masuk jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024.

Hingga Kamis petang (18/4/2019), Iqbal sudah mengumpulkan lebih 17 ribu data C1 melalui tim 23SIP. Angkanya sudah sekitar 68 persen. 

Berdasar analisa objektif terhadap data C1 tersebut, ada sembilan poin simpulan dari tim rekap cepat 23SIP. Salah satunya, tak satu pun calon anggota DPD RI yang kemungkinan mencapai satu juta suara.

Hasil rekap juga menunjukkan bahwa komposisi senator asal Sulsel pada periode lima tahun ke depan, tidak berubah. Empat calon yang berpeluang terpilih, semuanya dari kalangan muslim.

Kabar gembiranya, dengan lolosnya kembali Iqbal Parewangi ke DPD RI memberi peluang putra Sulsel masuk jajaran pimpinan. Putra Sulsel sempat menjadi pimpinan DPD di era HM Aksa Mahmud.

"Saya berterima kasih atas kepercayaan besar masyarakat Sulsel," kata Iqbal. 

"Ratusan ribu suara yang memilih saya itu semata karena kepercayaan. Itu benar-benar suara demokrasi yang ikhlas dan cerdas. Saya tidak kampanye dengan bagi-bagi sarung, sembako, apalagi amplop. Tidak ada itu," lanjut senator yang juga kader Muhammadiyah itu. 

Loading...

Selama kampanye, Iqbal hanya menguraikan "2 visi 3 misi" berdasar kinerja nyata selama ini dan berbagai agenda ke depan. 

"Kami menempuh jalan tak mudah tapi mulia, yaitu menegakkan akhlak politik. Politik yang mencerdaskan dan memuliakan. Bukan politik yang membutakan dan membabi buta. Kami berkeyakinan, believe or not, masyarakat kita sudah melek politik. Itulah ikhtiar terbaik kami, dan selanjutnya fatawakkal 'alallah," urai Iqbal.

Iqbal sekaligus mengingatkan agar klaim suara dilakukan secara rasional. Bukan asal klaim. "Klaim itu gampang dan cenderung emosional. Siapapun bisa klaim berapapun," kata Iqbal, Jumat (19/4/2019).

"Dan supaya sekaligus punya efek pendidikan politik yang baik, publikasi harus berbasis data statistik. Bukan euforia fantastik. Basis datanya ya C1," lanjut pendiri ICMI Muda ini.

Iqbal menambahkan, data C1 terus bertambah. Itu kontribusi dari keluarga, kerabat, dan sahabat 23SIP. Juga dari jaringan ormas Islam, guru, dan pemerhati akhlak politik.

Dia sekaligus mengingatkan timnya untuk mengawal ketat rekapitulasi suara harus mulai dari tingkat kecamatan hingga pusat.
 

Loading...
Loading...