Jumat, 19 April 2019 14:46 WITA

WHO Laporkan Korban Pertempuran di Libya Capai 205 Jiwa

Editor: Andi Chaerul Fadli
WHO Laporkan Korban Pertempuran di Libya Capai 205 Jiwa
FOTO: Mahmud Turkia / AFP

RAKYATKU.COM - Setidaknya 205 orang tewas dalam pertempuran untuk menguasai ibukota Libya, Tripoli. Hal tersebut diungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Laporan itu dirilis ketika pemerintah yang diakui PBB mengatakan akan mengadili penuntutan pemimpin militer pemberontak Khalifa Haftar di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), dikutip dari Al Jazeera, Jumat (19/4/2019).

Pemerintah persatuan Libya mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Jenderal Haftar karena diduga memerintahkan serangan udara mematikan terhadap wilayah sipil.

Enam perwira Haftar juga disebutkan dalam surat perintah itu, yang dikeluarkan oleh jaksa penuntut umum militer dan diterbitkan oleh kantor pers pemerintah persatuan. 

PBB mengatakan dalam sebuah posting di Twitter telah mengerahkan spesialis medis untuk mendukung rumah sakit garis depan sebagai pertempuran baru-baru ini juga telah menewaskan lebih dari 900 luka-luka.

Menurut WHO, setidaknya 18 warga sipil termasuk di antara mereka yang tewas dalam pertempuran yang pecah pada 4 April ketika  Haftar melancarkan serangan untuk mengambil Tripoli, yang dikendalikan oleh  Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB .

Loading...

WHO mengatakan sedang menjaga tim medis dan bedah dikerahkan di rumah sakit lapangan di dekat garis depan ketika Tentara Nasional Libya (LNA) Haftar tetap berada di pinggiran selatan ibukota dan memerangi kelompok bersenjata yang loyal kepada pemerintah.

Sementara itu, pada hari Kamis, kelompok-kelompok bersenjata menyerang pangkalan udara utama di Libya selatan yang dikendalikan oleh LNA. Pangkalan Tamanhint dekat Sabha adalah pangkalan utama di Libya selatan, yang direbut LNA awal tahun ini.

Pertempuran berlanjut di pangkalan itu, Walikota Sabha Hamid Rafaa al-Khiyali dan seorang pejabat militer timur mengatakan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Identitas penyerang tidak segera jelas.

Tags
Loading...
Loading...