Jumat, 19 April 2019 11:12 WITA

Bookingan Batal, Terbitlah Kata "Sund*la", Berujung Tikaman Berkali-kali

Penulis: Azwar Basir
Editor: Aswad Syam
Bookingan Batal, Terbitlah Kata
Indra dan belati yang dipakai menikam Rosalina di Wisma Benhil, Jl Toddopuli, Makassar.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kamis, 11 April 2019. Sekitar pukul 11.00 Wita. Rosalina Kumala Sari (18), mendatangi Wisma Benhil Jl Toddopuli.

Janda beranak satu itu, memesan kamar untuk short time, jangka waktu 4 jam. Di resepsionis, Rosalina memakai nama Dita.

Resepsionis memberi kunci kamar 209. Rosalina masuk, menunggu di kamar.

Pagi itu, dia dihubungi Indra Anugrah Saputra (20). Indra membooking Rosalina untuk temannya. Tarifnya disepakati Rp700 ribu.

Namun belakangan, teman Indra membatalkan bookingan. Indra pun kemudian mendatangi Wisma Benhil. Dia lantas ke kamar 209, tempat di mana Rosalina sudah menunggu.

Kepada Rosalina, Indra memberitahukan kalau temannya membatalkan bookingan. Rosalina tentu saja marah. Soalnya dia sudah telanjur membooking kamar.

Terjadilah cekcok di kamar itu, hingga keluar kata-kata "Sundala" dari mulut korban.

"Pelaku tersinggung saat korban melontarkan kata-kata Sundala," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko.

Telinga memerah mendengar umpatan korban, pelaku pun mencabut belatinya lalu menusukkan ke tubuh dada korban. Karena korban melawan, pelaku lalu menghujamkan belatinya dengan membabibuta. Ada 27 luka tusukan di tubuh korban, termasuk di wajah korban.

Di atas tempat tidur, korban tewas dengan tertelungkup. Darah membasahi seprai putih. Tak cukup itu, pelaku lalu melempar kursi ke atas tubuh korban yang sudah tak bergerak.

Usai itu, pelaku membuka celana jinsnya yang belumur darah, mengenakan celana pendek, lalu keluar dan mengunci kamar dari luar.

Loading...

Pukul 15.00 Wita, Irfan yang baru masuk, kemudian mendapat tugas membersihkan kamar 209, karena waktu bookingnya sudah habis.

Begitu roomboy tiba di kamar, pintu masih terkunci. Dia kemudian meminta kunci serep. Saat pintu terbuka, terlihatlah korban tengah tertelungkup bersimbah darah di atas tempat tidur.

Dia lalu memberitahukan ke manager, yang langsung melaporkan ke polisi.

Polisi yang tiba di lokasi, kemudian membawa sejumlah barang bukti, di antaranya badik, celana jins, juga rekaman CCTV, tentang seorang pria berhelm, bercelana pendek dengan tato di kakinya.

Berbekal rekaman itu, polisi terus melakukan pengejaran. Dan dini hari tadi, dipimpin Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Eka Bayu Budhiawan, tim menembus dingin, bergerak menuju sebuah rumah di Jl Galangan Kapal, Makassar.

Di dalam rumah itu, pelaku, Indra Anugrah Saputra (20), tertidur lelap. Dia tak berkutik, saat Tim Jatanras langsung menyergapnya. Rumah itu adalah milik tante pelaku.

Petugas langsung memeriksa kaki kanannya. Benar. Ada tato berlian. Tato yang sama di kaki pria berhelm yang terekam CCTV keluar dari Wisma Benhil pada hari pembunuhan Rosalina Kumala Sari (18).

Tim kemudian menyita ponsel milik korban, juga ponsel milik pelaku sebagai barang bukti.

Saat diminta untuk menunjukkan sepeda motor korban yang dikuasai pelaku, pelaku memegang senjata tajam dan hendak melawan petugas.

Tak ingin mengambil risiko, petugas kemudian melepaskan tembakan yang terukur. Enam peluru menembus kaki pelaku. Empat di betis kanan, dua di betis kiri.

Loading...
Loading...