Jumat, 19 April 2019 00:02 WITA

Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi, Begini Proses Penyelidikan Polisi

Editor: Adil Patawai Anar
Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi, Begini Proses Penyelidikan Polisi

RAKYATKU,COM - Pasca insiden pembakaran 15 kotak suara di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Kerinci, Jambi pada Kamis (18/4/2019) dini hari pada pemungutan suara pemilu, 17 April kemarin, Polda Jambi terus melakukan penyelidikan.

Ini diakui Kapolda Jambi Irjen Muchlis AS mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan para pelaku pembakaran.

"Ada 3 TPS yang dibakar oleh orang yang sekarang kita lidik pelakunya," ungkapnya, dilansir Okezone Kamis (18/4/2019).

Menurutnya, untuk menanggani kasus tersebut timnya sedang berada di lokasi kejadian.

"Sekarang tim Bawaslu, KPU bersama Dirreskrimum sedang melakukan klarifikasi tentang kejadian itu," tutur Muchlis.

Diakuinya, beberapa orang sudah diidentifikasi dan akan dikembangkan lagi kedepannya.

"Apakah ada keterkaitan dengan panitia atau bagaimana nanti, sekarang kita sedang melakukan penelitian," tukas Kapolda.

Loading...

Sebelumnya, pembakaran belasan kotak suara tersebut berawal dari saat panwascam dan anggota linmas melaksanakan kegiatan penyelesaian administrasi di TPS, pada pukul 03:30 WIB.

Kemudian pada pukul 04.00 WIB tiba-tiba listrik padam, dan terjadi lemparan batu ke atap TPS yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal.

Selanjutnya, pada pukul 04.15 WIB tiba-tiba sekelompok massa mendatangi TPS 1, 2, dan 3 yang berlokasi di SDN 063/XI Koto Padang, langsung membakar 15 kotak suara yang berisi kertas suara di TPS tersebut.

Pada saat terjadi pembakaran oleh sekelompok massa, anggota KPPS berlari meninggalkan TPS untuk menyelamatkan diri. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kota Sungaipenuh, Jumiral Lestari membenarkan perihal adanya kejadian tersebut. "Benar, kejadian tersebut terjadi sekitar jam 03:30 Wib, ada belasan kotak suara yang berisi surat suara yang dibakar di 3 TPS.

Terkait tindak lanjut dari kejadian tersebut, dia menambahkan kemungkinan akan diadakan pemungutan suara ulang (PSU). "Kami akan koordinasikan dengan KPU mengenai kejadian ini, kemungkinan akan diadakan PSU," ujar Jumiral.

Loading...
Loading...