Kamis, 18 April 2019 22:41 WITA

Pemerintah Kembali Impor Bawang Putih

Editor: Adil Patawai Anar
Pemerintah Kembali Impor Bawang Putih

RAKYATKU.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mengeluarkan izin impor bawang putih. Izin tersebut dikeluarkan kepada tujuh perusahaan dari delapan yang mengajukan.

Langkah ini diambil untuk mengendalikan harga bawang putih yang sempat melambung tinggi. Pemerintah mengaku bahwa pasokan bawang putih yang semakin menipis menjadi penyebab utama komoditas ini melambung tinggi harganya.

Dilansir detik, Direkrorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti menjelaskan bahwa penyediaan bawang putih di Indonesia 95%-nya merupakan hasil impor, dan hanya 5% saja yang merupakan stok dalam negeri.

Mengutip data Kementerian Pertanian, produksi bawang putih sejak 2015 memang tak banyak mengalami perubahan dan cenderung menurun. Pada 2015, produksi bawang putih RI adalah sebesar 20.294 ton.

Lalu di 2016, naik mencapai 21.150 ton. Namun angkanya turun cukup drastis di 2017 menjadi hanya 19.510 ton. Lebih rendah dari produksi 2015 dan 2016.

Loading...

Produktifitas bawang putih ini sangat berhubungan dengan penurunan luas panen yang terus mengalami penurunan. Pada 2015, luas panennya hanya 2.563 ha, lalu di 2016 menurun menjadi 2.407 ha dan di tahun 2017 kembali turun menjadi 2.146 ha.

Bila membandingkan angka konsumsi dan produksi bawang putih yang ada, memang saat ini tampak ada ketimpangan. Di mana, jumlah produksi bawang putih masih sangat timpang dengan besarnya konsumsi.

Mengutip buletin konsumsi pertanian semester 2 2018, tercatat konsumsi bawang putih secara nasional mencapai 500.000 ton, sementara produksinya tak lebih dari 20.000 ton atau tepatnya hanya 19.510.

Kondisi ini kian menjadi tantangan lantaran Kementan memprediksi konsumsi bawang putih tahun 2017 hingga 2019 diperkirakan meningkat rata-rata sebesar 7,88%.

Loading...
Loading...