Kamis, 18 April 2019 19:00 WITA

Ini Klarifikasi KPU Sulsel Soal Gedung Siluman di Makassar

Editor: Aswad Syam
Ini Klarifikasi KPU Sulsel Soal Gedung Siluman di Makassar
Ketua KPU Sulsel, Misnah Attas

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menyikapi beredarnya video tentang adanya kotak suara yang tidak tersegel di gedung siluman, KPU Sulsel memberikan klarifikasi.

Klarifikasi tersebut disampaikan Ketua KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Misna M Attas dalam bentuk rilis seperti yang diterima Rakyatku.com.

Dalam klarifikasinya, KPU Sulsel menyebutkan, PPK dan PPS di Kota Makassar menghadapi kondisi kantor camat dan kantor kelurahan, yang tidak memiliki ruangan yang mampu menampung semua kotak suara dari seluruh TPS di wilayah kecamatan yang bersangkutan, dimungkinkan untuk mencari gedung atau tempat lain yang representatif di wilayahnya, untuk menampung seluruh kotak suara yang ada.

Untuk Kelurahan Tamamaung, PPS menempatkan kotak suara dari TPS di dalam wilayahnya di Gedung Yayasan Kekeluargaan Masyarakat Jawa, yang beralamat di Jl. AP Pettarani III No. 4 Makassar, untuk menampung semua kotak suara dari seluruh TPS di wilayah Kelurahan Tamamaung, untuk diinventarisasi. Lalu selanjutnya diserahkan ke PPK Kecamatan Panakkukang untuk pelaksanaan rekap tingkat kecamatan.

Menurut Misnah, berdasarkan pemantauan KPU Provinsi Sulawesi Selatan, dan penjelasan dari Ketua PPS, Umar, bahwa di area gedung tersebut, juga dimanfaatkan sebagai TPS (TPS 45 Kelurahan Tamamaung). Sehingga dapat disimpulkan, bahwa kegiatan menulis Form C1 sebagaimana dimaksud dalam video tersebut, adalah kegiatan penghitungan suara di TPS tersebut. 

Selanjutnya, adanya kotak suara yang kosong, yang ditampilkan dalam video tersebut sebagai kotak suara yang tidak tersegel, adalah kotak suara yang belum diisi (sebagaimana terlihat bahwa kotak tersebut masih kosong), sehingga dapat disimpulkan bahwa hal tersebut masih menjadi rangkaian kegiatan penghitungan dan rekapitulasi hasil Pemilu di TPS 45 Kelurahan Tamamaung, yang berdasarkan putusan MK Nomor: 20/PUU-XVII/2019, bisa diperpanjang hingga jam 12.00 waktu setempat, sebelum diserahkan ke PPK melalui PPS.

Loading...

"Setelah proses penghitungan di TPS tersebut selesai, seluruh kotak suara di tempat tersebut, kemudian disegel," ungkap Misnah.

KPU Provinsi Sulawesi Selatan kata Misnah, telah meminta KPU Kota Makassar, untuk menempuh langkah hukum. Itu demi meluruskan informasi yang tidak utuh tersebut. 

"Demikian penyampaian ini kami buat, agar kiranya dapat dipahami oleh seluruh masyarakat," pungkas Misnah.

Sebelumnya sebuah video beredar luas, tentang sebuah gedung yang disebut gedung Jawa, memperlihatkan adanya sejumlah kotak suara, yang menurut perekamnya, sudah dibuka. Video tersebut juga diunggah di akun instagram @amienraisofficial.

Loading...
Loading...