Kamis, 18 April 2019 18:21 WITA

Triwulan 1 2019, Penderita TB di Gowa Capai 428 Orang

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Triwulan 1 2019, Penderita TB di Gowa Capai 428 Orang
Pengelola Program TB/HIV Hendra Dini.

RAKYATKU.COM, GOWA - Dinas Kesehatan Gowa mencatat, triwulan 1 tahun 2019 terdapat 428 orang penderita tuberculosi (TB). Jumlah tersebut naik 100 orang dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya 328 orang.

Terdeteksinya peningkatan penderita yang mencapai 100 orang ini berkat deteksi yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Gowa. 

"Temuan tersebut diketahui setelah kami mendeteksi dengan sistem tes cepat molekuler (TCM). Setiap hari kita dapat satu orang seperti di Bajeng kemarin. Makanya kita berhasil deteksi menggunakan TCM tersebut dan mendeteksi sebanyak 428 penderita saat ini yang tengah berobat," kata Pengelola Program TB/HIV juga Wakil Supervisor, Hendra Dini, Kamis (18/4/2019).

Hendra menjelaskan, terdapat tiga titik di Gowa yang mendominasi penderita TB yakni Kecamatan Somba Opu, Pallangga dan Bajeng. Namun tidak tertutup kemungkinan ada juga penderita di wilayah pedesaan khususnya di dataran tinggi.

"Dulu bisa sampai tiga minggu kita mendiagnosa dan diketahui hasilnya tapi sekarang tidak cukup sehari, kita sudah bisa tahu hasilnya," bebernya.

Loading...

Terpisah, Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin mengatakan, TB adalah penyakit paling menular. Terdapat juga dua jenis TB yakni TB reguler pengobatan masa 6 bulan yang tergolong agak ringan dan tuberculosis resisten multi (TB MDR) yang pengobatannya masa 12 bulan hingga 2 tahun.

"Meski kondisi seseorang baik, tidak menutup kemungkinan juga akan tetap menular dan ini jelas sangat berbahaya dan mematikan. penyakit tersebut bisa tertular saat kita berada di ruangan tanpa ventilasi dan sirkulasi udara yang baik," ungkap Hasanuddin. 

Hasanuddin pun mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan penyakit tersebut ke Dinkes Gowa bila melihat ada keluarga atau tetangga yang memiliki ciri-ciri TB, seperti batuk tanpa dahak yang bertahun-tahun, tubuh kurus dan lainnya.

"Silakan dilaporkan kejadian tersebut untuk segera kita tangani guna memberikan pengobatan intensif," tutup Hasanuddin.

Loading...
Loading...