Kamis, 18 April 2019 09:22 WITA

"Hukum Mati Saya Pak!" Pinta Tukang Ojek Ini Usai Habisi Putri Tirinya yang Hamil

Editor: Aswad Syam
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, THAILAND - Hari itu, 13 April 2019. Di kawasan hutan dekat perhentian bus Distrik Bang Kapi, Thailand, Phumjai Leungthong (59) bagai kesetanan, menghujamkan palu ke kepala dan dada Nanchaya Chanthamokha (29).

Palu itu sampai bengkok, usai dihantamkan ke tubuh putri tirinya yang tengah hamil tujuh bulan tersebut.

Melihat putrinya, sudah tak bernyawa, rasa sesal menghinggapi Leungthong. Dia lalu meminum racun. Namun, nyawanya berhasil diselamatkan.

Dilansir dari Asia One, dia membunuh korban karena dianggap bertanggung jawab atas kepergian istrinya ke Provinsi Amnat Charoen. Padahal, Leungthong sangat mencintai istrinya tersebut.

"Saya yakin ucapan saya tak akan berpengaruh kepada keluarga korban. Jadi saya mohon maafkan saya. Saya siap jika dihukum mati," kata Leungthong.

Polisi sempat hendak menggelar rekonstruksi pada Minggu pagi (14/4/2019). Rekonstruksi saat itu rencana hendak digelar di Kantor Polisi Kannayao.

Loading...

Namun urung dilakukan. Kolonel Polisi Sing Singadech mengatakan, rekonstruksi itu urung karena di kantor hadir suami Nanchaya, Thanawat Kaewkhamsorn.

"Mengapa kau membunuhnya?!" teriak Kaewkhamsorn saat Leungthong membungkukkan badan untuk meminta maaf.

"Kenapa kau membunuhnya!" kembali Kaewkhamsorn berteriak sembari mendekati Leungthong dengan tangan terkepal. Untung polisi cepat menghentikannya.

Leungthong berada di bawah pengawasan. Pasalnya, berpotensi untuk melakukan bunuh diri. Pekan ini, Leungthong akan dihadirkan pada persidangan di Pengadilan Min Buri.

Loading...
Loading...