Rabu, 17 April 2019 19:30 WITA

Sepulang Mengajar, Bu Guru Honorer Kubur Bayi Hasil Hubungan Gelapnya

Editor: Aswad Syam
Sepulang Mengajar, Bu Guru Honorer Kubur Bayi Hasil Hubungan Gelapnya
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAGELANG - Malam itu, MR (26) melahirkan bayinya. Bayi perempuan mungil itu, dibekap hingga tewas, sebelum sempat memperdengarkan tangisan pertamanya, di sebuah rumah di Desa Tanjungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. 

Besoknya, seperti biasa, MR masih sempat menunaikan tugasnya, mengajar sebagai seorang guru honorer. Usai itu, dia bergegas pulang.

Berbekal cangkul dan cethok, dia ke hutan bambu di dekat rumahnya. Menggali sebuah lubang. Dia kemudian kembali mengambil jasad bayinya, lalu mengubur bayi tak berdosa itu.

Perbuatan pelaku terbongkar, saat seorang warga melapor ke polisi. Menemukan adanya gundukan tanah yang mencurigakan di kebun bambu.

"Pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat, bahwa terdapat penguburan bayi di Desa Tanjungsari, Windusari," ujar Wakapolres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto.

Pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan, dan Senin (15/4/2019) kemarin, makam bayi berhasil ditemukan dan dibongkar.

Loading...

Kecurigaan mengarah kepada pelaku, MR yang tinggal tak jauh dari lokasi penemuan.

Saat didatangi polisi, MR akhirnya mengakui perbuatannya. 

"Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan, bayi meninggal karena dibekap secara paksa. Ini hasil pemeriksaan dari dokkes Polda," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 80 ayat (3) UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp3 miliar.

Saat ini, polisi memburu pria yang telah melakukan hubungan terlarang dengan MR.

Loading...
Loading...