Rabu, 17 April 2019 16:14 WITA

Pasien Gangguan Jiwa Nyoblos: Nusuknya di Jidat Ya Pak?, KPPS: Pake Paku Bukan Pake Sandal

Editor: Nur Hidayat Said
Pasien Gangguan Jiwa Nyoblos: Nusuknya di Jidat Ya Pak?, KPPS: Pake Paku Bukan Pake Sandal
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, BOGOR - Ada tujuh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) menyalurkan hak suaranya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. 

Jelang pemungutan suara, petugas dari Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali memberikan arahan pada pemilih.

"Ntar nusuknya di jidat ya pak?" kata salah seorang ODGJ sebelum pemungutan suara.

Pertanyaan itu hanya salah satu yang telontar dari ODGJ yang hendak memilih. Sebelumnya seorang ODGJ sempat bertanya bagaimana cara mencoblos kertas suara. 

Untuk pertanyaan ini petugas mengatakan, telah menyediakan paku dan alat lainnya untuk memilih di bilik suara. "Jangan lupa ya pak nusuknya pake paku bukan pake sandal," kata petugas KPPS dari Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Pemungutan suara untuk ODGJ di berlangsung di TPS 01 yang terletak di Instalasi Rehabilitasi Psikososial RSMM. 

Sebelum mencoblos, petugas memastikan terlebih dahulu jumlah pemilih yang telah memenuhi persyaratan. Petugas kemudian memanggil pemilih secara bergiliran untuk memberikan hak suaranya. 

Loading...

Setelah mencoblos, pemilih langsung diantar kembali ke ruang rawat inapnya.

Menurut Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RSMM dr Lahargo Kembaren SpKJ, pihaknya tidak menetapkan syarat khusus bagi ODGJ yang hendak memilih. 

Semua ODGJ bisa memilih asalkan tanpa paksaan sesuai haknya sebagai warga negara.

"Kita memfasilitasi semua hak pilih ODGJ yang ada di RSMM. Tapi kala ODGJ tetap nggak mau datang pas hari H maka kita tak bisa memaksa. Asal dia mau dan memenuhi syarat administratif maka bisa memilih," kata dr Lahargo. 

Sumber: Detik.com

Loading...
Loading...