Rabu, 17 April 2019 15:23 WITA

Lelah Melawan Kanker, Pria Johor Ini Akhiri Hidup di Tali Gantungan

Editor: Aswad Syam
Lelah Melawan Kanker, Pria Johor Ini Akhiri Hidup di Tali Gantungan
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, JOHOR - Meskipun metode pengobatan kanker telah berkembang pesat, diagnosis kanker masih dapat terasa seperti hukuman mati bagi banyak orang, tidak terkecuali karena jalan panjang menuju pemulihan. 

Seorang pria di Johor, baru-baru ini melakukan bunuh diri, diduga karena dia lelah melawan kanker usus besar.

Menurut China Press, jenazah lelaki berusia 32 tahun itu ditemukan terayun di pinggir jalan di Taman Gunung Austin, Johor, Senin pagi (15 April). 
Investigasi mengungkapkan, korban, bernama Teng, telah mengikatkan tali ke pipa yang membentang di sepanjang saluran air di pinggir jalan, dan menggantung dirinya. 

Saluran air diyakini memiliki kedalaman 2,5 hingga 3 meter.

Kepala kepolisian distrik Johor Bahru Selatan Shahurinain Jais memverifikasi kasus tersebut, dengan mengatakan, timnya telah menerima laporan dari saudara perempuan Teng, bahwa korban bunuh diri pada pukul 11.45 pagi hari Senin pagi (15 April). 

Pada saat kematiannya, Teng tetap tidak menikah, dan merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Sebelum kematian, tugasnya adalah melantunkan doa di pemakaman, dan ia telah melakukannya selama lima hingga enam tahun terakhir. 

Loading...

Sangat menakutkan memikirkan bagaimana ia sekarang akan menjadi orang yang menerima teriakan ini. 

Secara kebetulan, lokasi bunuh diri itu terletak kurang dari 30 meter dari kantor almarhum. Mungkin itu caranya menyiratkan kepada keluarganya, bahwa beban mereka dapat dikurangi dengan bantuan ruang duka?

Karena pertempurannya dengan kanker usus besar, Teng dikatakan telah tersiksa oleh penyakitnya, dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena itu.

Jenazahnya telah dikirim ke Rumah Sakit Pandan untuk diautopsi, dan polisi sedang melakukan investigasi penuh.

Loading...
Loading...